Adi Prayoga
Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tingkat Adopsi Petani pada Sistem Tanam Jajar Legowo Abdul Kholiq; Miftahul Arifin; Adi Prayoga
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 1 No 2 (2023): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v1i2.550

Abstract

Latar belakang: Topik penelitian yang dilakukan adalah tingkat adopsi terhadap sistem tanam padi secara jajar legowo pada budidaya padi sawah. Penelitian ini dilaksanakan di desa Dawuhan kecamatan Padamara kabupaten Purbalingga. Tujuan penlitian adalah, pertama untuk mengetahui seberapa besar tingkat adopsi teknologi tanam jajar legowo yang dikembangkan di desa Dawuhan Kecamatan Padamara. Kedua untuk mengetahui pendapatan yang diperoleh petani dengan adannya adopsi teknologi tanam jajar legowo di desa Dawuhan kecamatan Padamara. Metode: Penelitian ini dilaksanakan di desa Dawuhan kecamatan Padamara kabupaten Purbalingga selama dua bulan yaitu dari bulan September sampai Desember 2022. Desa Dawuhan kecamatan Padamara kabupaten Purbalingga dipilih secara purposive sampling, dengan pertimbangan bahwa wilayah ini merupakan wilayah binaan peneliti sebagai seorang penyuluh pertanian. Penentuan kelompok tani dipilih secara purposive sampling sebanyak 4 kelompok yaitu Kelompok Tani Karya Utama I, Karya Utama II, Karya Utama III dan Karya Utama IV dengan pertimbangan bahwa kelompok tani tersebut memiliki potensi untuk pengembangan padi dengan sistem jajar legowo. Pengambilan sampel responden dalam anggota kelompok tani menggunakan proportional random sampling Hasil: Hasil penelitian dari tingkat adopsi petani tahap kesadaran tentang tanam padi jajar legowo mencapai rata- rata skor 2,52 termasuk kategori tinggi, tingkat adopsi petani tahap minat mencapai rata-rata skor 2,26 termasuk kategori sedang, tingkat adopsi petani tahap menilai mencapai rata-rata skor 2,70 termasuk kategori tinggi, tingkat adopsi petani tahap mencoba mencapai rata-rata skor 2,64 termasuk kategori tinggi dan tingkat adopsi petani tahap menerima mencapai rata-rata skor 2,16 termasuk kategori sedang. Kesimpulan: Berdasarkan hasil yang telah diperoleh dapat disimpulkan bahwa setelah dilaksanakan penyuluhan nilai yang diperoleh mengalami kenaikan tetapi masih termasuk dalam kategori yang sama dengan sebelum dilaksanakan penyuluhan.