Aris Wawomeo
Poltekkes Kemenkes Kupang, Kupang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM TANGGAP BENCANA DI DUSUN NDUNGGA DESA NDUNGGA KECAMATAN ENDE TIMUR KABUPATEN ENDE TAHUN 2017 Aris Wawomeo
Kelimutu Nursing Journal Vol 1 No 1 (2022): Volume 1 Nomor 1 Juni 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/knj.v1i1.919

Abstract

Disaster is an event or series of events that threaten and disrupt people's lives and livelihoods caused by both natural and / or non-natural factors and human factors resulting in the occurrence of human casualties, environmental damage, property loss and psychological impact. Disaster is only possible there is a very high vulnerability factor available in the community. One of the factors of vulnerability in the community is low knowledge related to disaster. The purpose of community service activities is to increase community participation in disaster response. The targets of the activity are community members in Ndungga Hamlet, Ndungga Village, East Ende District. The activities using lecture and question and answer methods related to disaster materials with the media used are posters and leaflets. In addition, it uses a demonstration method of simple actions that communities can take in disaster situations. The results obtained, among others, the level of public participation is quite high. It is assessed based on several aspects: the community prepares all local tools and materials for the training, present on time, the attendees are 26 people or 88% of the targeted audience will be present are 30 people, eleven participants asked during the lecture and question and answer process, many who held up to answer the questions posed by the team and all questions answered correctly, re-demonstrate all the skills exhibited by the team, the expectation of the community for similar activities to be carried out again. Based on these results, it was concluded that community service activity to improve community ability in emergency response was successfully implemented. It is therefore recommended that similar activities should continue to be implemented in order for the community to be self-sufficient to cope with the disaster situation in the absence of any external relief efforts
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN MANAJEMEN BENCANA BAGI REMAJA DI KOTA ENDE Irwan Budiana; Aris Wawomeo; Bertolomeus Elis Rimba; Marieta K. S. Bai
Kelimutu Nursing Journal Vol 1 No 2 (2022): Volume 1 Nomor 2 Desember 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/knj.v1i2.988

Abstract

Latar Belakang. Bencana alam dalam bentuk apapun merupakan hal yang sangat tidak diinginkan oleh siapapun. Namun, kejadian ini terus ada dan terjadi. Berbagai usaha yang dilakukan manusia seringkali masih kurang maksimal sehingga bencana masih sering tidak terelakkan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yakni untuk meningatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam melakukan kesiapsiagaan bencana baik dalam melakukan mitigasi maupun pertolongan pertama pada korban bencana. Metode. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah screening, ceramah, diskusi, simulasi dan praktik. Sedangkan tahapan pemecahan masalah adalah observasi lapangan, identifikasi masalah, penawaran solusi, desain kegiatan, implementasi, evaluasi dan pemantauan serta integrasi. Hasil. Sasaran pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjumlah ratusan orang yang terdiri dari remaja dari semua siswa SMA se kota Ende maupun peserta dari mahasiswa keperawatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dihadiri oleh narasumber yang kompeten pada bidangnya masing. Terdapat beberapa isue yang menjadi fokus diskusi antara peserta dan narasumber yakni, masalah sampah dan bencana banjir di kabupaten Ende, regulasi tentang izin bagunan dan daerah resapan air dan materi-materi bencana lainnya seperti bencana banjir, gempa bumi, dan kebakaran. Pada workshop, diberikannya edukasi mengenai factor-faktor pemicu bencana, resiko bencana, serta mitigasi bencana itu sendiri Kesimpulan. Pendidikan kebencanaan pada usia remaja dalam bantuk seminar dan worksop efektif menarik perhatian remaja untuk terlibat dalam semua tahap pembelajaran. Remaja Antusias berpartisifasi baik dalam diskusi maupun dalam simulasi atau praktek kegawatdarurata. Hal tersebut diharapkan dapat meingkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan remaja tentang penanggulangan bencana.