Rasyidah Rasyidah
Program Studi Biologi, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, 20353, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Reduksi Amonia pada Air Kolam Ikan Lele dengan menggunakan Ekoenzim dan Saccharomyces cerevisiae Yasmin Sabrina Ritonga; Rasyidah Rasyidah; Rizki Amelia Nasution
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 3 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i3.446

Abstract

Budidaya ikan lele merupakan salah satu kegiatan penting di Indonesia, terutama karena ikan lele merupakan salah satu spesies ikan air tawar yang banyak dibudidayakan. Praktik budidaya ikan lele tersebar luas di berbagai wilayah Indonesia, memberikan kontribusi dalam menyediakan protein hewani serta meningkatkan pendapatan masyarakat di daerah tersebut. Namun, masalah yang sering dihadapi dalam budidaya ikan lele adalah tingginya kadar amonia dalam perairan kolam. Amonia dalam perairan umumnya berasal dari bahan organik yang terakumulasi, dan konsentrasinya yang tinggi dapat menyebabkan kematian ikan. Untuk mengatasi permasalahan ini, penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi kadar amonia dalam air kolam ikan lele dengan menggunakan penambahan Ekoenzim dan Saccharomyces cerevisiae. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menganalisis data secara deskriptif. Pengukuran kadar amonia dilakukan menggunakan tes kit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Saccharomyces cerevisiae pada air kolam ikan lele memiliki potensi untuk menurunkan kadar amonia (HN3). Sebelum perlakuan, kadar amonia awal mencapai 12,6 mg/l, namun setelah penambahan Saccharomyces cerevisiae, kadar amonia turun menjadi 9,6 mg/l. Dengan demikian, penelitian ini memberikan indikasi bahwa penerapan Saccharomyces cerevisiae dapat menjadi salah satu solusi efektif dalam mengurangi kadar amonia dalam lingkungan budidaya ikan lele. Langkah-langkah berikutnya dapat mencakup penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan penggunaan Saccharomyces cerevisiae serta implementasi praktisnya dalam budidaya ikan lele secara luas di Indonesia.
Bioremediasi Air Sungai dengan menggunakan Bakteri Rhodobacter sebagai Penurun Kadar Amonia pada Sungai Cemaran Kabupaten Deli Serdang Rina Ayu Ningsih; Rasyidah Rasyidah; Ulfayani Mayasari
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 3 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i3.447

Abstract

Amonia (NH3), senyawa nitrogen dan hidrogen, adalah pencemar yang umum dalam air sungai yang dapat mengurangi kualitas air. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan bakteri Rhodobacter dalam mengurangi kadar amonia (NH3) di Sungai cemaran. Analisis data pada penelitian ini menggunakan data deskriptif kualitatif. Penelitian menggunakan metode analisis data secara deskriptif, kualitatif. Analisis data bersifat induktif yaitu salah satu analisis berdasarkan data yang akan diperoleh, selanjutnya dikembangkan menjadi hipotesis. Penelitian kualitatif dilakukan dengan menguji kadar amonia menggunakan metode SNI 06-6989.30-2005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bakteri Rhodobacter efektif dalam menurunkan kadar amonia (NH3) dalam air sungai. Awalnya, kadar amonia (NH3) di Sungai cemaran adalah 3.10 mg/l. Namun, setelah penambahan bakteri Rhodobacter, kadar amonia (NH3) menurun menjadi 0.83 mg/l. Selama periode bioremediasi selama 8 hari, penambahan bakteri Rhodobacter terbukti mampu mengurangi kadar amonia, dengan penurunan tertinggi terjadi pada perlakuan 5, di mana penambahan 1 ml suspensi bakteri Rhodobacter berhasil menurunkan kadar amonia sebesar 0.83 mg/l. Temuan ini menunjukkan potensi penggunaan bakteri Rhodobacter dalam memperbaiki kualitas air sungai dengan mengurangi kontaminasi amonia. Langkah ini memberikan kontribusi penting dalam upaya pemulihan dan pelestarian ekosistem sungai yang sehat.
Penurunan Kadar Amonia pada Air Kolam Ikan Lele (Clarias gariepinus) dengan menggunakan Bakteri Rhodobacter dan Eko-Enzim Yusfa Nanda Lestari; Rasyidah Rasyidah; Ulfayani Mayasari
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 5 No 3 (2024): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v5i3.448

Abstract

Ikan lele merupakan salah satu dari ikan yang banyak di budidayakan di Indonesia karena proses pemeliharaannya relatif sederhana. Selama metabolisme protein organisme air, amonia biasanya diproduksi sebagai hasil ekskresi. Amonia (NH3) merupakan senyawa yang mengandung Nitrogen dan Hidrogen, kadar amonia bisa menyebabkan terjadinya pencemaran yang dapat menurunkan kualitas air sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan kadar amonia (NH3) dengan penambahan bakteri Rhodobacter dan Ekoenzim pada air kolam ikan lele. Analisis data pada penelitian ini menggunakan data deskriptif kualitatif. Penelitian menggunakan metode analisis data secara deskriptif, kualitatif. Analisis data bersifat induktif yaitu salah satu analisis berdasarkan data yang akan diperoleh, selanjutnya dikembangkan menjadi hipotesis. Pada penelitian ini dijelaskan secara deskriptif. Kemudian diuji kemampuan bioremediasinya meliputi presentasi kehilangan ammonia dan kekeruhan air, dengan pengamatan 0, 2, 4, 6, 8 hari dan 3 kali pengulangan.  Penelitian kualitatif dilakukan dengan menguji kadar amonia menggunakan metode SNI 06-6989.30-2005. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan bakteri Rhodobacter pada air kolam ikan berpotensi menurunkan kadar amonia (NH3), dengan kadar amonia (NH3) awal 12,6 mg/l dengan adanya penambahan bakteri Rhodobacter terjadi penurunan amonia (NH3) sebesar 9,4 mg/l.