Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELIBATAN MANTAN NARAPIDANA TERORIS (NAPITER) UNTUK MENCEGAH RADIKALISME OLEH POLRI Rudy Cahya Kurniawan
Tanggon Kosala Vol. 11 No. 2 (2022): Tanggon Kosala (October, 2022)
Publisher : Akademi Kepolisian Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70526/tk.v11i2.490

Abstract

Pergerakan terorisme yang meluas di seluruh dunia merupakan bukti nyata bahwa organisasi teroris senantiasa berkembang dan beradaptasi dengan fenomena yang terjadi secara global. Tindak pidana terorisme yang selama ini terjadi telah mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, serta juga dapat menjadi ancaman bagi kedaulatan Negara sehingga perlu dilakukan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana terorisme guna memelihara kehidupan yang aman, tertib, damai dan sejahtera. Adanya peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pencegahan dan pemberantasan terorisme tersebut maka akan membuat para aparat penegak hukum dalam melawan terorisme lebih mudah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelibatan mantan narapidana teroris (napiter) untuk mencegah radikalisme oleh Polri. Hasil penelitian menyebutkan bahwa tujuan utama dari deradikalisasi bukan hanya mengikis radikalisme dan memberantas potensi terorisme tetapi yang utama adalah mengokohkan implementasi empat pilar hidup berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan dan cita-cita nasional Indonesia. Pelibatan mantan napiter dalam mencegah radikalisme efektif dikarenakan hal itu sangat positif karena juga bisa menjadi ruang muhasabah (koreksi diri) bagi para mantan napiter yang terlibat jaringan kelompok agar tidak mengulangi apa yang pernah dilakukan.
Enhancing Cybercrime Response Capabilities through Integrated Digital Policing Systems Rudy Cahya Kurniawan
Jurnal Scientia Indonesia Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/scientia.v9i2.37964

Abstract

This study examines the development of digital policing systems as a strategic response to the increasing complexity of cybercrime in Indonesia. As society becomes more dependent on digital platforms, cyber threats such as online fraud, identity theft, ransomware, and cyber harassment continue to escalate. This research aims to assess the effectiveness of integrated cybercrime response mechanisms that combine digital forensics, interagency collaboration, and AI-based threat detection. A mixed-methods design was employed, involving statistical analysis of national cybercrime reports from 2018–2023 and interviews with cyber investigators, IT specialists, and victims. Results indicate that the implementation of integrated digital policing systems reduced case-handling time by 31% and improved evidence retrieval accuracy by 27%. Interview findings highlight improved investigative coordination, although challenges persist related to technological disparities and public digital literacy. This study concludes that enhancing cybercrime response requires a comprehensive framework that merges technology, legal infrastructure, and cross-sector collaboration. The findings contribute to ongoing efforts in strengthening national cyber resilience.