Isra Yeni
Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Padang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Program Pemerintah Terhadap Pengeluaran Rumah Tangga Pertanian di Sumatera Barat Ali Asy'ari; Isra Yeni
Media Riset Ekonomi Pembangunan (MedREP) Vol. 2 No. 1 (2025): MedREP: Volume 2, No. 1, Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the impact of government programs on agricultural household expenditures in West Sumatra. Utilizing data from the 2023 National Socioeconomic Survey (Susenas), the research employs multiple linear regression methods to evaluate the relationship between independent variables government programs, credit access, and internet access and expenditures on food, non-food, and total agricultural household expenses. The analysis results indicate that all independent variables have a positive and significant effect on household expenditures. Government programs and credit access improve food and non-food expenditures, while internet access has a more substantial impact on total expenditures. These findings underscore the importance of government intervention in enhancing the welfare of farming households, especially in facing complex economic challenges. The study offers recommendations for the government to enhance the effectiveness of social assistance programs and access to resources that support the welfare of farming communities in West Sumatra.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program pemerintah terhadap pengeluaran rumah tangga pertanian di Sumatera Barat. Menggunakan data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2023, penelitian ini mengadopsi metode regresi linear berganda untuk mengevaluasi hubungan antara variabel independen, yaitu program pemerintah, akses kredit, dan akses internet, terhadap pengeluaran makanan, non-makanan, dan total rumah tangga pertanian. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengeluaran rumah tangga. Program pemerintah dan akses kredit meningkatkan pengeluaran makanan dan non-makanan, sedangkan akses internet memberikan dampak yang lebih besar terhadap pengeluaran total. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rumah tangga petani, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi yang kompleks. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pemerintah untuk meningkatkan efektivitas program bantuan sosial dan akses terhadap sumber daya yang mendukung kesejahteraan masyarakat petani di Sumatera Barat.
Analisis Pengeluaran Sektor Pariwisata Terhadap Ketimpangan Pendapatan Di Indonesia Azzahra Endah; Isra Yeni
Media Riset Ekonomi Pembangunan (MedREP) Vol. 2 No. 1 (2025): MedREP: Volume 2, No. 1, Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the impact of tourism sector expenditure on income inequality in Indonesia. This study uses secondary data from the publication of the Central Statistics Agency (BPS) using the main variables of tourist expenditure and poverty, as well as control variables of economic growth, education, and labor force participation rate, with the dependent variable being income inequality. In this study, a panel data regression analysis tool was used using the random effect model method with cross-section data from 34 provinces in Indonesia and a time series from 2015-2022. The findings show that tourist expenditure has a negative and significant effect on income inequality. However, the contribution is not large to income inequality, so the government needs to increase economic growth by equalizing access to education and eradicating poverty so as to reduce income inequality in Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pengeluaran sektor pariwisata terhadap ketimpangan pendapatan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari publikasi Badan Pusat Statisttik (BPS) dengan menggunakan variabel utama pengeluaran wisatwan dan kemiskinan, serta variabel kontrol pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan tingkat partisipasi tenaga kerja, dengan variabel terikat adalah ketimpangan pendapatan. Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis regresi data panel menggunakan metode random effect model dengan data cross section 34 provinsi di Indonesia dan time series dari tahun 2015-2022. Temuan menunjukan bahwa pengeluaran wisatawan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan. Namun, kontribusi yang tidak besar terhadap ketimpangan pendapatan, maka pemerintah perlu peningkatan pertumbuhan ekonomi dengan pemerataan akses pendidikan dan pengetasan kemisinan sehingga mampu mengurangi ketimpangan pendapatan di Indonesia.
Pengaruh Partisipasi Tenaga Kerja Perempuan Terhadap Penanggulangan Angka Kemiskinan Rumah Tangga Di Sumatera Barat Muhammad Fauzi; Isra Yeni
Media Riset Ekonomi Pembangunan (MedREP) Vol. 2 No. 1 (2025): MedREP: Volume 2, No. 1, Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the impact of women's labor force participation on poverty alleviation in West Sumatra. The research utilizes secondary data from the National Socioeconomic Survey (SUSENAS) published by the Central Bureau of Statistics (BPS). The dependent variable in this study is household poverty status, while the independent variable is women's labor force participation, with control variables as additional factors. The analytical method employed is logistic regression using a cross-section approach for the year 2022. The results indicate that women's labor force participation does not have a significant effect on poverty alleviation. This is attributed to labor market discrimination and the low level of education and skills among female workers. Therefore, government policies should focus on improving human resource quality, particularly by expanding access to education and healthcare, to enhance the competitiveness of female workers and reduce poverty in West Sumatera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh partisipasi tenaga kerja wanita terhadap penanggulangan kemiskinan di Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Survei Ekonomi Nasional (SUSENAS) yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah status rumah tangga miskin, sedangkan variabel bebasnya adalah partisipasi tenaga kerja wanita, dengan variabel kontrol sebagai faktor tambahan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi logistik dengan pendekatan cross-section tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi tenaga kerja wanita tidak berpengaruh signifikan dalam penanggulangan kemiskinan. Hal ini disebabkan oleh diskriminasi di pasar tenaga kerja serta rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan yang dimiliki oleh tenaga kerja wanita. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pemerintah yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama melalui akses yang lebih luas terhadap pendidikan dan kesehatan, guna meningkatkan daya saing tenaga kerja wanita dan mengurangi angka kemiskinan di Sumatera Barat.
Pengaruh Kredit Mikro Terhadap Konsumsi Rumah Tangga Miskin Di Sumatera Barat natasya putri; Isra Yeni
Media Riset Ekonomi Pembangunan (MedREP) Vol. 2 No. 3 (2025): MedREP: Volume 2, No. 3, Agustus 2025
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research examines the impact of access to microcredit and socio-economic characteristics on the consumption of poor households in Sumatera Barat using data from SUSENAS 2020 and multiple linear regression with robust standard errors. The results show that microcredit has a significant negative effect on consumption, presumably due to ineffective utilization and debt burden. Conversely, employment status, education, gender of the household head, number of members, and urban residency have a significant positive impact, while age has a negative effect. The findings emphasize the importance of a comprehensive approach that includes credit assistance, economic empowerment, and contextual policies to sustainably improve the well-being of poor households.