Heni Sudarmini
Akademi Kebidanan Prestasi Agung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pola Ideal Untuk Ibu Hamil Saat Bulan Puasa (Ramadan) Heni Sudarmini; Khoirotul Umul Latifah
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 3 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/kpnhg637

Abstract

Puasa Ramadan merupakan ibadah yang memiliki makna spiritual penting bagi umat Islam, termasuk bagi ibu hamil yang mempertimbangkan untuk tetap menjalankannya. Namun, kehamilan merupakan periode dengan kebutuhan metabolik dan fisiologis yang meningkat, sehingga keputusan berpuasa perlu didasarkan pada bukti ilmiah yang memadai. Penelitian ini bertujuan merumuskan pola ideal puasa bagi ibu hamil berdasarkan sintesis bukti terkini mengenai dampak puasa Ramadan terhadap luaran maternal dan neonatal. Penelitian menggunakan desain literatur review, yaitu sintesis tingkat tinggi yang mengintegrasikan temuan dari berbagai systematic review dan meta-analisis terkait puasa Ramadan selama kehamilan. Pencarian literatur dilakukan secara sistematis pada basis data ilmiah utama dengan pendekatan transparan. Hasil menunjukkan bahwa pada kehamilan risiko rendah, puasa Ramadan umumnya tidak terbukti secara konsisten meningkatkan risiko kelahiran prematur maupun berat lahir rendah. Namun, variasi hasil antar studi tetap ditemukan, terutama dipengaruhi oleh trimester paparan, kondisi maternal, serta konteks gizi dan sosial. Dampak yang lebih sering dilaporkan berkaitan dengan gejala maternal seperti kelelahan, tanda dehidrasi, serta perubahan metabolisme glukosa. Bukti mengenai dampak jangka panjang terhadap keturunan masih terbatas dan memerlukan penelitian longitudinal yang lebih kuat. Disimpulkan bahwa pola ideal puasa bagi ibu hamil harus berbasis penilaian risiko individual sebelum Ramadan, disertai pengaturan sahur–iftar yang seimbang, hidrasi terdistribusi, pemantauan gejala harian, serta penghentian puasa apabila muncul tanda bahaya. Pendekatan adaptif dan kontekstual menjadi kunci untuk menjaga keselamatan ibu dan janin.
Pola Asuh Orang Tua pada Era Generasi Z tentang Pengasuhan Digital, Komunikasi, dan Perkembangan Anak: Tinjauan Literatur Farika Riyanti; Heni Sudarmini
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/kmrk8t37

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola interaksi dalam keluarga dan memengaruhi cara orang tua mengasuh anak pada era Generasi Z. Generasi ini tumbuh dalam lingkungan yang sangat dekat dengan internet, media sosial, telepon pintar, dan berbagai platform digital sehingga membutuhkan pola asuh yang mampu menyeimbangkan pengawasan, komunikasi, kebebasan, dan perlindungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola asuh orang tua yang sesuai pada era Generasi Z, khususnya dalam aspek pengasuhan digital, komunikasi orang tua–anak, dan perkembangan anak. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan naratif. Artikel diperoleh melalui Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, dan ProQuest menggunakan kata kunci terkait pola asuh, Generasi Z, digital parenting, komunikasi keluarga, penggunaan media sosial, dan perkembangan anak. Artikel yang ditelaah merupakan publikasi tahun 2020–2026 yang relevan dan tersedia dalam bentuk teks lengkap. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola asuh demokratis atau otoritatif yang dipadukan dengan pengasuhan digital merupakan pendekatan yang paling sesuai bagi Generasi Z. Pola asuh ini ditandai dengan hubungan yang hangat, komunikasi dua arah, aturan penggunaan teknologi yang jelas, pendampingan aktif, keteladanan digital, perlindungan privasi, serta pemberian kebebasan yang bertanggung jawab. Pola asuh yang suportif berhubungan dengan kesehatan mental, kemandirian, kemampuan berpikir kritis, dan penggunaan teknologi yang lebih sehat. Sebaliknya, pola asuh yang terlalu otoriter, tidak konsisten, mengabaikan kebutuhan emosional, atau terlalu protektif dapat meningkatkan konflik keluarga, ketergantungan internet, serta hambatan perkembangan sosial dan emosional anak. Dengan demikian, orang tua perlu meningkatkan literasi digital dan menyesuaikan pola asuh dengan usia, karakter, kebutuhan, dan tingkat perkembangan anak.
Literature Review: Status Gizi, Asupan Zat Gizi, dan Dampaknya terhadap Kesehatan Ibu Hamil Heni Sudarmini; Khoirotul Umul Latifah
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 4 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/d87f7f76

Abstract

Gizi selama kehamilan berperan penting dalam menjaga kesehatan ibu serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin. Masalah gizi pada ibu hamil meliputi kekurangan energi kronis, anemia, rendahnya keragaman makanan, kekurangan zat gizi mikro, serta kenaikan berat badan yang tidak sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji status gizi, asupan zat gizi, dan dampaknya terhadap kesehatan ibu hamil serta hasil kehamilan. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelusuri artikel melalui PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, SpringerLink, Scopus, dan Portal Garuda. Artikel yang digunakan berbahasa Indonesia atau Inggris, diterbitkan pada tahun 2020–2025, tersedia dalam bentuk teks lengkap, dan membahas gizi pada ibu hamil. Data dianalisis secara deskriptif melalui sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekurangan energi, protein, zat besi, asam folat, kalsium, serta rendahnya keragaman makanan meningkatkan risiko anemia, gangguan pertumbuhan janin, berat badan lahir rendah, bayi kecil menurut usia kehamilan, dan kelahiran prematur. Sebaliknya, kenaikan berat badan yang berlebihan meningkatkan risiko diabetes gestasional, hipertensi, preeklamsia, makrosomia, dan persalinan sesar. Intervensi yang efektif meliputi konsumsi makanan bergizi seimbang dan beragam, suplementasi zat besi dan asam folat, pemantauan kenaikan berat badan, konseling gizi, serta pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil berisiko kekurangan gizi. Dapat disimpulkan bahwa pemenuhan gizi yang optimal selama kehamilan sangat penting untuk mencegah komplikasi pada ibu dan meningkatkan hasil kehamilan.