Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pustakawan dalam meningkatkan literasi informasi mahasiswa di Perpustakaan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, kuesioner (Google Form), observasi lapangan, dan studi literatur. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dengan membandingkan data strategi pustakawan dan respons mahasiswa. Analisis penelitian ini mengacu pada model literasi informasi Seven Pillars of Information Literacy (SCONUL) yang mencakup kemampuan mengidentifikasi kebutuhan informasi, mengakses, mengevaluasi, mengelola, dan menggunakan informasi secara efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pustakawan dalam meningkatkan literasi informasi mahasiswa meliputi pendidikan pemustaka, pelatihan penelusuran informasi, penyediaan akses database, bimbingan evaluasi sumber informasi, pengelolaan informasi, penanaman etika penggunaan informasi, serta pencegahan plagiarisme. Seluruh strategi tersebut telah mencakup seluruh aspek dalam model Seven Pillars. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa strategi pustakawan berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kemampuan literasi informasi mahasiswa secara bertahap dan berkelanjutan. Berdasarkan hasil triangulasi, strategi yang diterapkan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi informasi mahasiswa serta mendukung peningkatan kualitas akademik. Dengan demikian, peran pustakawan menjadi sangat strategis dalam membentuk kemampuan mahasiswa untuk mengidentifikasi, mencari, mengevaluasi, mengelola, dan menyajikan informasi secara efektif.