Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS DAN PEMODELAN SISTEM INFORMASI PENGAJUAN ALAT DAN BAHAN LABORATORIUM POLITEKNIK JAMBI Tanto Tanto
JURNAL AKADEMIKA 53-59
Publisher : LP2M Universitas Nurdin Hamzah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laboratory of the Politeknik Jambi provide facilities and equipment for Lecturers and Students in the lab. Procedure filing process tool and materials lab at the Politeknik Jambi Laboratory unit includes filing, checks, purchase and distribution of items needed during the practicum. But at the time of administration, procurement is not good, because every unit in filing administrative tools and materials lab with a format that is different. This research resulted in a filing information system modeling tools and lab materials Politeknik Jambi Modeling using techniques Unified Modeling Language (UML) withdiagrams, use case diagrams. activity and class diagrams modeling is used as a reference in building information systems that include procurement of laboratory equipment and materials, in order to assist existing problems, in accordance with established standards.
Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Putus Obat pada Pasien Tuberkulosis Paru di Rumah Sakit Bhakti Asih Tangerang Yulianti Yulianti; Ekbert Mandaku; Tanto Tanto; Dessi Juwita
USADA NUSANTARA : Jurnal Kesehatan Tradisional Vol. 3 No. 1 (2025): Januari: USADA NUSANTARA
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/usd.v3i1.1656

Abstract

Background: Pulmonary Tuberculosis (TB) is an infection caused by Mycobacterium tuberculosis, primarily affecting the lungs and spreading through airborne droplets. According to the World Health Organization (WHO) 2020, tuberculosis remains a significant global health challenge and requires ongoing efforts for its control as part of the Sustainable Development Goals (SDGs). Objective: This study aims to identify the factors associated with medication non- compliance in pulmonary tuberculosis patients at Bhakti Asih Hospital, Tangerang, focusing on age, gender, knowledge about tuberculosis, medication side effects, and family support. Methods: A quantitative approach was employed, using primary data from questionnaires in a field research method. The sample consisted of 40 patients diagnosed with pulmonary tuberculosis. Data were collected through interviews and analyzed using Chi-Square tests to examine the relationship between independent variables and medication non-compliance. Results: The Chi-Square test revealed significant associations between age (p = 0.038), knowledge (p = 0.033), medication side effects (p = 0.049), and family support (p = 0.027) with medication non-compliance. Gender (p = 0.62) did not show a significant association, although males were found to have a 4.037 times greater risk of non- compliance compared to females. Conclusion: Factors such as age, knowledge about tuberculosis, medication side effects, and family support are significantly associated with medication non-compliance in pulmonary tuberculosis patients at Bhakti Asih Hospital, Tangerang. Recommendation: Health education should focus on improving patient knowledge and managing medication side effects. The role of family support should also be strengthened to enhance patient adherence to tuberculosis treatment.
HUBUNGAN MENGKONSUMSI FAST FOOD DENGAN PENINGKATAN KADAR KOLESTEROL PADA WARGA PERUMAHAN GRAND PERMATA SEPATAN RT 007/ RW 010 TANTO TANTO
Medical Nurse Journal Vol.1 No.1 (2024 Jun)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/menu.v1i1.10

Abstract

Fast food merupakan makanan yang disajikan dalam waktu yang singkat, seperti fried chicken, hamburger, pizza, gorengan, makanan berbahan mie, dan makanan cepat saji berbahan dasar daging olahan. Kita tahu bahwa fast food pasti mempunyai dampak terhadap kesehatan seperti peningkatan kadar kolesterol dan peningkatan berat badan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan konsumsi makanan fast food dengan peningkatkan kadar kolesterol. Penelitian ini dilakukan di Perumahan Grand Permata Sepatan RT 007/ RW 010 Desa Pisangan Jaya Kec. Sepatan Kab. Tangerang, dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 600, sampel dipilih menggunakan metode Purposive Sampling, pada 210 responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara mengkonsumsi fast food dengan peningkatan kadar kolesterol dengan P Value yaitu p = 0,000 pada a = 0,05. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mencari solusi masalah kesehatan berupa kebijakan-kebijakan terkait pencegahan atau pengendalian terkait mengkonsumsi fast food yang harus dibuat baik di tingkat Desa maupun di tingkat Pusat.
Gambaran Pengetahuan K3 pada Mahasiswa Program Studi Administrasi Rumah Sakit Universitas Bhakti Asih Tangerang 2025 Tanto Tanto; Siti Nurbaiti; Aliyah Herawati
Medical Nurse Journal Vol.2 No.1 (2025 Jun)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/menu.v2i1.107

Abstract

Pengetahuan tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja sangat penting untuk diketahui oleh setiap orang khususnya bagi karyawan sebuah perusahaan, sebab sebuah perusahaan pasti memiliki risiko atau bahaya tergantung kondisi perusahaan. Hasil wawancara kepada mahasiswa karyawan bahwa masih terdapat beberapa orang yang belum mengetahu tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sehingga perlu kiranya dilakukan penelitian gambaran pengetahuan tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja pada mahasiswa kelas karyawan Program Studi Administrasi Rumah Sakit Universitas Bhakti Asih Tangerang Tahun 2025. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif yaitu analisis untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan mahasiswa. Lokasi penelitian yaitu di Universitas Bhakti Asih Tangerang. Hasil analisis diketahui bahwa responden yang memiliki pengetahuan sangat tinggi lebih banyak yaitu 6 responden (40,0%), sedangkan responden yang memiliki pengetahuan rendah lebih sedikit yaitu 2 responden (13,3%). Dari hasil dapat disimpulkan pengetahuan mahasiswa sebagian besar sudah tinggi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BUDAYA KESELAMATAN DI INDONESIA Tanto Tanto; Syahrifah Aima; Anggira Nayla Putri Kurniawan; Aida Nurzakiah Al Fadillah
Medical Nurse Journal Vol.2 No.2 (Des 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/menu.v2i2.150

Abstract

Pendekatan suatu organisasi untuk menjamin kesehatan dan keselamatan karyawannya dikenal sebagai "budaya keselamatan". Nilai, keyakinan, sikap, dan perilaku terkait keselamatan di tempat kerja semuanya merupakan bagian dari budaya ini. Pekerja dilatih dan diinstruksikan untuk menempatkan kesehatan dan keselamatan mereka sendiri serta rekan kerjanya sebagai prioritas utama dalam budaya keselamatan kerja. Studi ini menggunakan pendekatan PRISMA sebagai Tinjauan Literatur Sistematis. Kata kunci berikut digunakan untuk menemukan artikel: faktor-faktor yang berhubungan dengan budaya keselamatan dan budaya keselamatan. Lima artikel relevan ditemukan dari pencarian literatur yang dilakukan menggunakan basis data jurnal Google dan Google Scholar. Kriteria inklusi meliputi artikel penelitian yang dilakukan di Indonesia, dipublikasikan pada rentang tahun 2021–2025, tersedia dalam teks lengkap, dan relevan dengan topik penelitian. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa budaya keselamatan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain perasaan cemas dan takut, komunikasi, kepuasan kerja, persepsi, lingkungan kerja, pengetahuan, sikap, tingkat pendidikan, kepemimpinan, keterlibatan karyawan, kebijakan organisasi, serta pemanfaatan teknologi. Faktor-faktor tersebut saling berinteraksi dalam membentuk perilaku keselamatan di tempat kerja. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan budaya keselamatan memerlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan individu, organisasi, serta dukungan sistem dan kebijakan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan program keselamatan kerja di berbagai sektor di Indonesia. Sebagai kesimpulan faktor-faktor yang berhubungan dengan budaya keselamatan yaitu perasaan cemas dan takut, komunikasi, kepuasan kerja, persepsi, lingkungan kerja, pengetahuan, sikap, pendidikan, kepemimpinan, keterlibatan karyawan, kebijakan, dan teknologi. Rekomendasinya adalah diharapkan pekerja menerapkan perilaku budaya keselamatan di tempat kerjanya masing-masing.
KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS X KABUPATEN TANGERANG TANTO TANTO
Midwife Care Journal Midwife Care Journal (MICARE)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v1i2.54

Abstract

Kualitas pelayanan terdiri atas beberapa dimensi yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Kepuasan pasien dipengaruhi oleh faktor salah satunya adalah kualitas pelayanan. Kualitas pelayanan terhadap kepuasan akan berdampak pada citra sebuah Puskesmas. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien di Puskesmas. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas X dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel accidental berjumlah 50 orang. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien dengan nila t hitung 10,362 > t table 0,679 dan nilai sig 0,019 < 0,05. Dari hasil penelitian ini diharapkan pihak Puskesmas lebih memperbaiki lagi kualitas pelayanan kepada pasien, keluarga pasien, dan pengunjung lain.