IKAH SARTIKA
Universitas Bhakti Asih Tangerang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI MENGENAI FLOUR ALBUS DI AKADEMI X KOTA TANGERANG IKAH SARTIKA; NIDYA HANI ASY’ARI
Midwife Care Journal Midwife Care Journal (MICARE)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v1i2.51

Abstract

Flour Albus pada remaja meningkat baik di Indonesia maupun di seluruh dunia, sekitar 1 dari 20 remaja putri pernah mengalami Flour Albus setiap tahunnya di seluruh dunia. Tingkat Pengetahuan menjadi penyebab utama tingginya angka Flour Albus, yang bisa dipengaruhi oleh sumber informasi, faktor lingkungan, dan faktor ekonomi. Tujuan penelitian: untuk mengetahui Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Mengenai Flour Albus Di Akademi X Kota Tangerang Tahun 2023. Metode Penelitian: Kuantitatif, Populasi : Remaja Putri usia 17-24 tahun sebanyak 43 orang. Sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling. Desain Penelitian: Cross Sectional. Hasil penelitian: Dari hasil penelitian Sumber Informasi nilai p value = 0,019 < α = 0,05. Faktor Lingkungan nilai p value = 0.202 > α =0,05. Faktor Ekonomi dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Mengenai Flour Albus dengan nilai p value = 0,022 < α = 0,05. Personal Hygiene nilai p value= 0,022 < α =0,05. Kesimpulan: dari masing-masing variabel Sumber Informasi, Faktor Ekonomi dan Personal Hygiene ada pengaruh yang bermakna dengan Tingkat Pengetahuan. Adapun variabel yang tidak berhubungan berpengaruh yaitu Faktor Lingkungan.  
Faktor yang Menentukan Penerima Kontrasepsi dalam Penggunaan Suntikan Kontrasepsi 3 Bulan di Klinik Kurnia Medika Rajeg Ikah Sartika; Hurul Ainun
Midwife Care Journal Vol. 2 No. 1 (May 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i1.90

Abstract

Suntik KB 3 bulan adalah metode kontrasepsi hormonal yang mengandung estrogen. Kontrasepsi ini bekerja dengan mencegah pengeluaran sel telur sehingga tidak akan terjadi pembuahan sel telur oleh sperma. Satu suntikan di berikan setiap tiga bulan dan suntikan tersebut sangat efektif apabila rutin di berikan secara tepat  waktu. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan populasi seluruh ibu yang menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan di Klinik Kurnia Medika . Dengan jumlah populasi sebanyak 30 responden. Sampel pada penelitian ini yang di ambil adalah semua populasi. Hasil penelitian : data univariat dianalisis secara deskriptif, data bivariat dianalisis menggunakan uji chi-square. Distribusi responden yang menggunakan KB suntik 3 bulan sebanyak (23,3%), usia yang berisiko ( < 20 tahun dan > 35 tahun). Sebanyak 26 orang (86.7%),Pendidikan rendah sebanyak 25 orang (83,3%), Multipara sebanyak 16 orang (53,3%), tidak bekerja sebanyak 22 orang (73.3%), berat badannya tidak meningkat sebanyak 21 orang (70%). Hasil bivariat menunjukkan bahwa variabel didapatkan terdapat 4 variabel yang berhubungan yaitu usia, p-value 0.007 OR=0.034, pendidikan p-value 0.007 OR=0.034, pekerjaan p-value 0.000 OR=0.016, berat badan p-value 0.001) OR=0.025. dan yang tidak berhubungan hanya 1 yaitu paritas p-value 0.126
Kunjungan Industri ke Rumah Sakit Khusus Jiwa (Rskj) Dharma Graha Pada Siswa Smk Labusta Tangerang Melalui Pengabdian Masyarakat Ikah Sartika; Nurlaelah
Community Service Articles Vol. 3 No. 1 (May 2026)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/comers.v3i1.174

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan selama sehari bagi siswa SMK Labusta Tangerang dalam rangka kunjungan industri kelas XIIAsuhan Keperawatan ke Rumah Sakit Khusus Jiwa Dharma Graha (RSKJ) di Tangerang Selatan sebagai bentuk pencapaian pembelajaran Konsentrasi Keahlian CGV 1 Ilmu Penyakit Umum Kejiwaan sesuai Tahapan Usia.Tahapan pelaksanaan diawali dengan melakukan pengarahan dengan cara pemberian materi mengenai sejarah Rumah Sakit Jiwa Khusus Dharma Graha , pelayanan rawat inap,dokter yang berpraktek , pelayanan penunjang, dan lingkungan yang ada di Rumah Sakit Jiwa Khusus Dharma Graha, dan kegiatan yang dilakukan sehari-hari di Rumah Sakit Jiwa Khusus Dharma Graha.Hasil evaluasi terhadap kegiatan Kunjungan Industri ke Rumah Sakit Khusus Jiwa Darma Graha yaitu siswa mendapatkan gambaran sesungguhnya bahwa perawatan pada pasien jiwa itu tidak hanya masalah mental yang harus diobati, tetapi lingkunganfisik dan lingkungan sehari-hari perlu dilalui. Kunjungan industri merupakan salah satu metode pembelajaran kontekstual yang krusial bagi siswa kejuruan bidang kesehatan untuk menjembatani teori di kelas dengan realitas dunia kerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memfasilitasi pencapaian pembelajaran pada Konsentrasi Keahlian CGV 1 Ilmu Penyakit Umum Kejiwaan sesuai Tahapan Usia bagi siswa kelas XII SMK Labusta Tangerang. Kegiatan interaktif yang berlangsung selama satu hari ini dilaksanakan melalui kunjungan industri ke Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Dharma Graha di Tangerang Selatan. Tahapan pelaksanaan diawali dengan pemberian pembekalan dan pengarahan materi secara komprehensif. Materi mencakup profil dan sejarah RSKJ Dharma Graha, ragam pelayanan rawat inap, jajaran dokter spesialis yang berpraktik, fasilitas pelayanan penunjang medis, pengenalan lingkungan fisik rumah sakit, hingga dinamika kegiatan harian para pasien. Setelah pembekalan, siswa diajak mengamati secara langsung operasional dan lingkungan pelayanan di rumah sakit jiwa tersebut. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman holistik pada siswa SMK Labusta. Siswa tidak hanya memperoleh gambaran aktual mengenai proses asuhan keperawatan jiwa, tetapi juga memahami bahwa penanganan pasien gangguan jiwa tidak terbatas pada pengobatan masalah mental semata. Lingkungan fisik yang kondusif serta pembentukan rutinitas aktivitas harian pasien memegang peranan yang sangat penting dalam proses pemulihan. Melalui kegiatan ini, siswa berhasil menyerap pemahaman nyata terkait kompleksitas dan kepekaan yang dibutuhkan dalam pelayanan keperawatan jiwa profesional di lapangan.