Fitri Kurnia
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pasuruan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EKSISTENSI SISTEM PENDIDIKAN PESANTREN SALAF DALAM MENGHADAPI ERA SOCIETY 5.0 DI PONDOK PESANTREN SALAFIYAH PUTRI PASURUAN Fitri Kurnia
Center of Education Journal (CEJou) Vol. 4 No. 2 (2023): Central Journal of Education (CEJou) December
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/cejou.v4i2.385

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan dan mengeksplorasi sistem pendidikan Pondok Pesantren ‎Salafiyah Putri yang masih eksis hingga sekarang. Pesantren salaf masih menjadi rujukan ‎masyarakat untuk memasukkan anaknya ke pesantren. Padahal dalam era society 5.0, dunia ‎sudah sangat berkembang dan dihadapkan berbagai macam kecanggihan teknologi yang ‎sekarang dinamakan fitur IU . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ‎penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem pendidikan Pondok Pesantren ‎Salafiyah Putri Pasuruan ada 2 yaitu pesantren dan madrasah. Dalam metode pengajarannya ‎masih menerapkan metode salaf seperti sorogan dan wetonan. Adapun upaya Pondok Pesantren ‎Salafiyah Putri dalam meningkatkan eksistensi dalam menghadapi era society 5.0 saat ini ‎dengan memaksimalkan fasilitas pembelajaran, memaksimalkan proses kegiatan ‎belajar ‎mengajar, mengembangkan kurikulum, mengembangkan life skill santri ‎dengan program ‎ekstrakurikuler, meningkatkan kualitas guru dan santri‎. Faktor pendukung eksistensi sistem ‎pendidikan pesantren salaf ‎dalam menghadapi ‎era society 5.0 di Pondok ‎Pesantren Salafiyah ‎Putri Pasuruan adalah peran ‎Pondok Pesantren Salafiyah Putri Pasuruan di tengah ‎masyarakat, peran kiai ‎dan dewan keluarga, peran alumni, sistem pendaftaran menggunakan ‎online. ‎Sedangkan faktor penghambatnya adalah masa belajar santri ditentukan ‎kemampuan ‎yang dimiliki, ruangan kelas yang tidak memenuhi standarisasi ‎kelas efektif, kurangnya ‎konsentrasi santri, dan kemalasan santri‎.