Diah Pujiastuti
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bethesda Yakkum

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN EARLY WARNING SYSTEM (EWS) SEBAGAI DETEKSI DINI KEMATIAN DI CRITICAL CARE AREA Diah Pujiastuti; Enjelia Purwaty; Janah Janah; Pablo Yohanes Ngadhi; Paskalis Surianto; Rani Chrisna Dewi; Yunince Talu
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v7i1.552

Abstract

Keperawatan merupakan bagian terpenting dari rumah sakit dalam memberikan asuhan keperawatan yang berkesinambungan. Perawat dan tim medis lainnya dituntut untuk memberikan pelayanan yang cepat dan tepat karena waktu adalah nyawa (Time saving is life saving) dalam pelayanan keperawatan kritis. Perawat sebagai pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan harus melakukan pengkajian secara terfokus dan mengobservasi tanda vital agar dapat menilai dan mengetahui resiko terjadinya perburukan pasien, mendeteksi dan merespon dengan mengaktifkan emergency call. Sistem scoring pendeteksian dini atau peringatan dini untuk mendeteksi adanya perburukan keadaan pasien dengan penerapan Early Warning Scores (EWS). Tujuan memberikan informasi tentang penerapan Early Warning Scores (EWS) sebagai deteksi dini kematian di critical care area. Penelitian ini merupakan literature review lima jurnal dari web www.googlescholar.com, www.pubmed.gov, www.sciencedirect.com yang dipublikasikan dari tahun 2015 sampai dengan 2020. EWS merupakan sistem penilaian fisiologis berdasarkan penilaian cepat dan kuantitatif dari perubahan tanda-tanda vital dan pada awalnya dikembangkan untuk mengidentifikasi dan melacak pasien rawat inap yang berisiko mengalami kerusakan di luar area perawatan kritis untuk memastikan stabilisasi dini dan dipindahkan ke unit perawatan intensif (ICU) jika sesuai, dan untuk mencegah serangan jantung yang dapat dihindari. EWS efektif digunakan di IGD sebagai alat bantu monitoring kondisi pasien selain triase dan dapat memprediksi kemunduran kondisi pasien serta sangat efektif di IGD. EWS memiliki nilai prediktif yang sangat baik dan telah disepakati mempengaruhi pasien dalam kondisi yang kritis. Penerapan EWS dapat mengurangi beban kerja perawat, menurunkan angka mortalitas dan membuat manfaat bagi organisasi rumah sakit.
PERBEDAAN TINGKAT NYERI PADA PASIEN KRITIS DI ICU YANG TERPASANG VENTILATOR MEKANIK PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN NEUROLOGI SEBAGAI PENYAKIT DASARNYA: LITERATURE REVIEW Diah Pujiastuti
ASSYIFA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/ajk.v4i2.214

Abstract

Critically ill patients with neurological disorders who are on mechanical ventilation face unique challenges in pain assessment and management due to limitations in verbal communication and changes in level of consciousness. This literature review to identify and analyze differences in pain levels among critically ill ICU patients on mechanical ventilation, particularly those with underlying neurological disorders, through a systematic review. The literature review utilized the PubMed, CINAHL, and Google Scholar databases for articles published between 2020 and 2025. Keywords used: pain assessment, critically ill patients, mechanical ventilation, neurological disorders, ICU. Studies indicate that patients with neurological disorders exhibit different pain behaviors (atypical behaviors) compared to general ICU patients. CPOT and BPS have been shown to be valid for pain assessment in this population. Patients with traumatic brain injury exhibit atypical behaviors such as tears, facial flushing, and yawning. The prevalence of moderate to severe pain reaches 40–70% in patients on mechanical ventilation. There are significant differences in pain manifestations and assessment between neurological and non-neurological patients in the ICU who are on mechanical ventilation. Assessment instruments specifically adapted for the neurological population, such as the CPOT, are needed to improve the accuracy of pain detection.