Mersy Yoslin Ririhena
Prodi Akuntansi, Universitas Halmahera;

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perempuan dan Kewirausahaan: Penguatan Usaha Krepek Kaspica (Kasbi Pisang Paca) Aveanty Miagina; Filus Raraga; Mersy Yoslin Ririhena; Hernansi Biso; Esther Kembauw
Bakti : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Bakti: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XII Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/baktivol3iss2pp87-94

Abstract

Selama ini kegiatan produksi berbahan dasar kasbi (singkong) dan pisang yang dilakukan oleh kelompok perempuan BarTer di Desa Paca dilakukan secara konvensional tanpa mempertimbangkan ketrampilan sdm, tidak menggunakan peralatan modern, yang tergambar dari produk yang dihasilkan kurang menarik, tanpa merek, kemasan produk seadanya menggunakan plastik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mitra mengenai aspek kewirausahaan serta pengembangan produk yang telah ada guna menjaga kestabilan usaha. Pendekatan yang digunakan untuk menjawab permasalahan mitra menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) yang diharapkan dapat menggali informasi kondisi masayarakat mitra dan kehidupan dari dan oleh masyarakat mitra. Pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dipakai untuk mendapatkan kesesuaian dan ketepatgunaan program dengan kebutuhan mitra sehingga keberlanjutan (sustainability) program dapat terjamin. Keterlibatan aktif mitra memudahkan dalam mengidentifiaksi masalah yang dihadapi. Kegiatan pelatihan kewirausahaan yang bermanfaat untuk penguatan serta pengembangan usaha yang telah dimiliki menjadi program utama yang dilakukan. Hasil kegiatan ini menunjukkan mitra mengetahui kekurangan juga peluang usaha melalui varian produk, mampu memetakan peluang usaha baru serta mitra memiliki nama merek juga desain produk baru, memiliki ijin edar produk dari BPOM serta perlu adanya penguatan kelembagaan mitra.