Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Partisipasi Masyarakat Adat dalam Perumusan Kebijakan Publik Lokal di Wilayah Perbatasan Merauke melalui Forum Konsultasi Publik dan Pelatihan Literasi Kebijakan Martinus Wika; Ivone Agustina Nathan; Rosina Jostina Marise Kebubun; Josafat Fonataba
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-FEBRUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/7s475t57

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat adat Kampung Yanggandur, Merauke, dalam perumusan kebijakan publik lokal melalui forum konsultasi publik dan pelatihan literasi kebijakan. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif dan pemberdayaan masyarakat, menempatkan warga sebagai subjek aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga evaluasi. Tahap awal meliputi pemetaan sosial dan wawancara dengan aparat kampung, tokoh adt, dan perwakilan warga untuk memahami kondisi eksisting partisipasi masyarakat serta kendala dalam menyampaikan aspirasi. Selanjutnya, dilakukan sosialisasi dan edukasi literasi kebijakan publik melalui penyuluhan interaktif yang membahas mekanisme perumusan kebijakan, hak partisipasi masyarakat, dan alur administrasi kampung. Tahap pelatihan dan simulasi forum konsultasi publik membekali warga dengan keterampilan komunikasi administratif, penyusunan aspirasi tertulis, dan praktik musyawarah partisipatif berbasis kasus lokal. Pendampingan forum dialog antara masyarakat dan aparat kampung memastikan keberlanjutan praktik partisipatif serta pembentukan forum yang sistematis dan terdokumentasi. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat, keterampilan literasi kebijakan, serta terbentuknya forum konsultasi publik yang inklusif dan akuntabel. Model partisipasi yang dihasilkan berpotensi memperkuat tata kelola pemerintahan kampung secara transparan, responsif, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi referensi replikasi bagi wilayah perbatasan lain.