Permasalahan penelitian ini berkaitan tentang bagaimana pengembangan kurikulum pendidikan membentuk kompetensi sikap spiritual siswa, sehingga kurikulum pembelajaran menjadi sarana untuk meningkatkan iman dan taqwa. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif perifikatif dengan teknik penelitian wawancara, observasi dan studi dokumentasi referens. Sekolah yang telah menerapkan kurikulum integrasi sains berbasis al-Qur’an adalah SMA Al-Muhajirin hasil penelitian menunjukan bahwa integrasi kurikulum sains berbasis al-Qur’an sangat berpengaruh terhadap kesadaran sikap spiritual siswa dalam pembelajaran sains, selain itu siswa lebih terdorong untuk meneliti, mengkaji dan membuka wawasan tentang isyarat–isyarat sains dalam al-Qur’an yang jumlahnya sangat banyak (750-1000 ayat ) dibandingkan dengan ayat-ayat hukum (200-250 ayat).Beberapa komponen yang dikuatkan, Pertama, visi dan misi lembaga yang dicanangkan stick holder untuk terwujudnya sekolah berbasis integrasi. Dua, Pembinaan, perencanaan, proses dan evaluasi pembelajaran berbasis integrasi pada guru, Tiga, pengadaan sarana dan modul pembelajaran yang memadai dengan berbasis integrasi. Upaya yang telah dilakukan SMA Al-Muhajirin ini terus dilakukan penyempurnaan dan pengayaan juga kerjasama dengan berbagai lembaga profesional seperti Lajnah Pentashishan al-Qur’an, LIPPI dan Perguruan Tinggi. Bahkan beberapa sekolah di sekup Jawa barat dan lembaga lembaga Islam luar Jawa Barat telah banyak yang meminta untuk untuk bisa mengadopsi program sekolah berbasis Integrasi di Al-Muhajirin. Program ini sangat strategis untuk dikembangkan di sekup yang lebih luas, khususnya pada lembaga lembaga pendidikan Islam dan Madrasah yang memiliki visi misi yang sama untuk menumbuhkan kesadaran ketauhidan dalam pembelajaran sesuai dengan cita-cita pendidikan Islam yang seutuhnya.