This Author published in this journals
All Journal Mufham
Widyanto Naufal Mahdy
UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PROSES PELEMBAGAAN AL-QUR’AN DI KALANGAN MASYARAKAT PERUMAHAN WAHANA CIKARANG Widyanto Naufal Mahdy
Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Vol. 2 No. 1 (2023): Mufham: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : LP2M STAI Al-Muhajirin Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’an merupakan kitab suci yang berfungsi sebagai pedoman umat Islam dan bernilai ibadah bagi siapa saja yang membacanya. Masyarakat perumahan Wahana Cikarang merupakan masyarakat mayoritas bersuku jawa. Mereka memiliki beragam tradisi membaca Al-Qur’an mulai dari kalangan anak-anak, remaja maupun orangtua. Tradisi tersebut dilestarikan oleh para tokoh agama yang ada di wilayah Perumahan Wahana Cikarang. Oleh karena itu penulis tertarik untuk meneliti ragam tradisi membaca AlQur’an yang ada di kalangan Masyarakat Perumahan Wahana Cikarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ragam tradisi membaca Al-Qur’an, memberikan informasi kepada masyarakat muslim atau pemerhati sosial keagamaan mengenai tradisi membaca Al-Qur’an yang mengalami perkembangan dalam mengatasi buta huruf baca tulis Al-Qur’an yang ada di kalangan masyarakat Perumahan Wahana Cikarang. Serta penelitian ini pun memiliki kaitan dengan sosiologi pendidikan agama Islam. penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data yang ada pada penelitian ini bersumber dari buku-buku, jurnal dan penelitian yang berkaitan dengan tema pembahasan, serta wawancara dengan tokoh masyarakat sebagai data pelengkapnya. Adapun hasil dari penelitian ini dalam proses pelembagaan Al-Qur’an di kalangan masyarakat perumahan Wahana Cikarang, yaitu pertama proses tersebut dilakukan oleh peran utama yaitu keluarga. Orangtua mengajarkan anak-anaknya untuk bisa membaca tulis Al-Qur’an, jika orangtua tidak mampu untuk mengajarkannya mereka mengirimkan anaknya ke masjid, mushola dan Taman Pendidikan Qur’an (TPQ). Kedua, berasal dari tokoh masyarakat Wahana yang melestarikan tradisi membaca dan mengkaji Al-Qur’an.