Kredit pertanian memainkan peran krusial dalam meningkatkan produksi dan pendapatan petani, terutama di tengah tantangan akses modal yang sering kali menjadi hambatan utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi pengelolaan kredit pertanian serta dampaknya terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi berganda untuk mengukur efisiensi penggunaan kredit oleh petani di berbagai sektor pertanian. Data digunakan adalah data sekunder kelompok petani penerima kredit dari lembaga keuangan formal dan nonformal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi pengelolaan kredit sangat bergantung pada faktor seperti tingkat literasi keuangan petani, jenis kredit yang diterima, serta pengalokasian dana yang tepat sasaran. Petani yang mampu mengelola kredit dengan optimal menunjukkan peningkatan produksi hingga 30% dibandingkan dengan mereka yang kurang efisien dalam pemanfaatan dana. Selain itu, peningkatan pendapatan petani tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah kredit yang diperoleh, tetapi juga oleh strategi manajemen keuangan dan diversifikasi usaha tani. Temuan ini mengindikasikan bahwa untuk meningkatkan efisiensi kredit pertanian, diperlukan pendampingan keuangan bagi petani serta kebijakan yang lebih fleksibel dalam skema kredit. Rekomendasi penelitian ini mencakup peningkatan edukasi keuangan bagi petani, optimalisasi peran lembaga keuangan dalam memberikan kredit berbasis kebutuhan spesifik, serta penerapan teknologi digital untuk meningkatkan transparansi dalam pengelolaan kredit pertanian.