Frederikus Binsasi
Sekolah Tinggi Pastoral St. Petrus Keuskupan Atambua

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN INKULTURASI IMAN NATAL MELALUI RITUAL TAPOEN LI’AN OLEF PADA UMAT KAPELA OELNITEP Kristophorus Ukat; Frederikus Binsasi; David Pineul; Yohanes Debrito Taus
PASCERE: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2026): Pascere: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Edisi Mei 2026
Publisher : LPPM STP St. Petrus Keuskupan Atambua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61717/jpas.v2i1.203

Abstract

Abstract:  This article presents a Community Service program focusing on the accompaniment of Christmas faith inculturation through the Tapoen Li’an Olef ritual among the Catholic community of Oelnitep Chapel, Saint John the Baptist Parish Naesleu, within the Atoni Pah Meto cultural context. The program responds to the gap between the liturgical celebration of Christmas and the lived faith experience expressed in local birth rituals. Although Tapoen Li’an Olef continues to be practiced as a cultural tradition, it has rarely been accompanied by explicit Christian theological reflection, limiting its potential as a medium for faith formation. This community engagement aimed to bridge faith and culture through an inculturative pastoral accompaniment integrated into the Advent season and Christmas celebrations. A participatory qualitative approach was employed, including contextual liturgical reflections, symbolic interpretation of ritual elements, interviews with traditional leaders, participatory observation, and the guided enactment of the ritual grounded in Catholic theology. The results indicate increased awareness among the faithful regarding the meaning of Christmas inculturation, greater appreciation of local traditions as legitimate expressions of Christian faith, and active participation across generations. The study affirms that when accompanied reflectively and theologically, the Tapoen Li’an Olef ritual becomes a meaningful space for evangelization, deepens the celebration of Christmas, and strengthens the Church’s identity as rooted in local culture. Key Words: faith inculturation, Christmas, Tapoen Li’an Olef, Atoni Pah Meto culture, community service   Abstrak: Artikel ini membahas kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pendampingan inkulturasi iman Natal melalui ritual Tapoen Li’an Olef pada umat Kapela Oelnitep, Paroki Santo Yohanes Pemandi Naesleu, dalam konteks budaya Atoni Pah Meto. Latar belakang kegiatan ini adalah adanya jarak antara perayaan Natal sebagai peristiwa liturgis Gereja dan penghayatan iman umat dalam ritual kelahiran yang hidup dalam budaya lokal. Ritual Tapoen Li’an Olef selama ini dijalankan sebagai tradisi adat tanpa pendampingan iman Kristiani yang memadai, sehingga potensinya sebagai sarana penghayatan iman belum tergarap secara optimal. Kegiatan ini bertujuan menjembatani iman dan budaya melalui pendampingan inkulturatif yang terintegrasi dengan masa Adven dan perayaan Natal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan kualitatif melalui renungan liturgis kontekstual, refleksi simbol ritual, wawancara tokoh adat, observasi partisipatif serta pelaksanaan ritual yang disertai pendasaran teologis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman umat terhadap makna inkulturasi iman Natal, tumbuhnya sikap apresiatif terhadap tradisi lokal sebagai sarana penghayatan iman serta keterlibatan aktif umat lintas generasi. Kegiatan ini menegaskan bahwa ritual Tapoen Li’an Olef, ketika didampingi secara reflektif dan teologis dapat menjadi ruang pewartaan iman yang kontekstual, memperkaya penghayatan Natal dan memperkuat identitas Gereja yang berakar pada budaya lokal. Kata Kunci: inkulturasi iman, Natal, Tapoen Li’an Olef, budaya Atoni Pah Meto, Pengabdian kepada Masyarakat
MENINGKATKAN PEMAHAMAN UMAT KEUSKUPAN ATAMBUA AKAN PENTINGNYA FORMASIO LITURGI MENURUT SURAT APOSTOLIK DESIDERIO DESIDERAVI Philipus Benitius Metom; Frederikus Binsasi; Elisabeth Agita Tae; Beatrix De Djari E. Beni; Stefania Delima Bais; Roswito Defit Manek; Marius Yohanes Teme
PASCERE: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2026): Pascere: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Edisi Mei 2026
Publisher : LPPM STP St. Petrus Keuskupan Atambua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61717/jpas.v2i1.205

Abstract

Abstract: Liturgical formation is rarely conducted in the Diocese of Atambua. Consequently, not all members of the faithful—including the clergy, religious, and especially the laity—possess a comprehensive understanding of the liturgy, which is constantly evolving through ongoing renewal. A seminar to explore and implement the apostolic letter Desiderio Desideravi can enhance the understanding of the faithful in the Diocese of Atambua regarding the importance of liturgical formation. This seminar is conducted using lecture and question-and-answer methods. The benefit is that it can supplement the faithful’s still limited knowledge, while simultaneously fostering their determination to carry out liturgical formation in their parishes/stations so that all the faithful can participate actively, consciously, and fully when attending liturgical celebrations. Key Words: Diocese of Atambua; Liturgical Formation; Apostolic Letter of Desiderio Desideravi   Abstrak: Formasio liturgi jarang dilaksanakan di Keuskupan Atambua. Karena itu tidak semua umat, baik klerus dan religius maupun terutama kaum awam, memiliki pengetahuan yang lengkap tentang liturgi yang sedang berubah karena terus-menerus diperbaharui. Kegiatan seminar untuk mendalami dan mengumplementasikan surat apostolik Desiderio Desideravi dapat meningkatkan pemahaman umat Keuskupan Atambua akan pentingnya formasio liturgi. Kegiatan seminar ini dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Faedahnya ialah dapat melengkapi pengetahuan umat yang masih minim, dan sekaligus menumbuhkan tekad mereka untuk melakukan formasio liturgi di Paroki/Stasi sehingga seluruh umat dapat berpartisipasi aktif, sadar dan penuh ketika menghadiri perayaan liturgi. Kata Kunci: Keuskupan Atambua; Formasio liturgi; Surat Apostolik Desiderio Desideravi