Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Progresif: Pengembangan Potensi Pertanian Organik Superbokashi MA-11 di Kelompok Tani mekarsari, Majener Kabupaten Sorong Papua Barat Daya Ajang Maruapey; Mohamad Iksan Badaruddin; Muhammad Saleh Refra; Nurlela Nurlela; Stelly Macpal
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2669

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dirancang untuk mengatasi keterbatasan pengetahuan petani tentang praktik pertanian organik, khususnya dalam produksi dan penerapan pupuk organik ramah lingkungan. Metode pendidikan progresif digunakan dalam program ini lebih adalah partisipasi aktif peserta yang memiliki latar belakang serupa. Kelompok Petani Mekarsari di Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, menjadi sasaran utama pelatihan untuk menguasai teknik pertanian organik secara mandiri. Selama periode satu bulan, kegiatan meliputi evaluasi terstruktur, bimbingan lapangan, tahap persiapan, dan sesi pelatihan. Materi yang disampaikan mencakup teknik produksi pupuk organik padat Superbokashi MA-11 dan metode budidaya tanaman tanpa menggunakan pupuk sintetis. Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) menunjukkan bahwa sebelum pelatihan, sekitar 45% peserta memiliki pemahaman yang dangkal tentang pertanian organik, yang kemudian meningkat menjadi 55% setelah pelatihan, mengonfirmasi efektivitas strategi pendidikan yang diterapkan. Indikator kedua menunjukkan bahwa sebelum program, hanya 35% peserta yang memiliki pengalaman dalam proses pembuatan pupuk organik, namun melalui kegiatan praktis, angka ini meningkat secara signifikan menjadi 65%. Indikator ketiga menunjukkan bahwa sebelum intervensi PKM, hanya sekitar 25% petani yang mengintegrasikan pupuk organik ke dalam budidaya cabai keriting dan ubi jalar mereka. Namun, setelah pendidikan dan demonstrasi lapangan, persentase ini meningkat secara signifikan menjadi 75%, menunjukkan dampak yang signifikan dari program tersebut.