Makmur Sofyan Mustofa
Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EXAMINING THE ROLE OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION IN MITIGATING THE ADVERSE EFFECTS OF GADGET ADDICTION ON THE MORAL DEVELOPMENT OF GENERATION ALPHA: AN ANALYTICAL PERSPECTIVE sydneyis nurfaizah; Makmur Sofyan Mustofa; Mahmud Iqbal Mustofa
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 5 No 1 (2025): Istifkar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v5i1.171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengurangi dampak negatif kecanduan gadget terhadap akhlak generasi Alpha. Generasi ini tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi, yang rentan menyebabkan dampak buruk akibat penggunaan gadget yang berlebihan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui tinjauan pustaka, yang mencakup artikel, jurnal ilmiah, buku, dan laporan penelitian terkait. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan moral generasi Alpha, khususnya dalam mengatasi kecanduan gadget. Pendidikan Agama Islam memberikan arahan tentang penggunaan teknologi yang bijak dan membekali generasi muda dengan nilai-nilai moral yang dapat menyeimbangkan penggunaan gadget dengan kehidupan sosial mereka. Peran orang tua dan pendidik dalam pengawasan juga diperlukan untuk mencegah dampak negatif seperti sifat antisosial, etika komunikasi yang buruk, dan melemahnya rasa empati. Kecanduan gadget juga dapat berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis anak. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan wawasan tentang pentingnya integrasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pendidikan untuk mengatasi dampak negatif teknologi terhadap moral dan akhlak generasi Alpha. Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat menjadi solusi untuk menjaga akhlak generasi muda di era digital ini.
From Hierarchy To Reciprocity: Re-Envisioning Teacher-Student Relations In Islamic Education Through Qira’ah Mubadalah Mahmud Yunus Mustofa; Muh Syauqi Malik; Mikke Novia Indriani; Makmur Sofyan Mustofa
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 6 No 1 (2026): Istifkar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v6i1.382

Abstract

Teacher-student relationships within the Islamic educational tradition are frequently characterized by a unidirectional, vertical hierarchy in which the student is relegated to a passive recipient of knowledge. This power imbalance often triggers pedagogical stagnation and, in extreme cases, manifests as physical violence or emotional detachment. This study proposes a paradigm shift by re-envisioning the dynamics of teacher-student relations through the lens of Mubādalah (Reciprocity). Employing a qualitative approach grounded in hermeneutic analysis, this paper deconstructs the conventional "subject-object" dichotomy and replaces it with a "subject-to-subject" partnership grounded in Mubādalah principles. The analysis applies a three-step Mubādalah framework: first, identifying universal Islamic principles of justice; second, extracting core pedagogical values from religious texts; and third, reciprocally distributing these values to both teachers and students. The findings demonstrate that applying Mubādalah to teacher-student relations transforms the classroom into a space of mutual dignity, where both parties become active participants in a shared spiritual and intellectual journey. This reciprocal model does not diminish the teacher's role but reframes their position from an absolute authority to a mentor and facilitator grounded in compassion (raḥmah). Ultimately, this research contributes to the discourse on Islamic educational reform by providing a theological and methodological foundation for creating non-violent, egalitarian, and harmonious learning environments suited to the challenges of the 21st century.