Tujuan: Mengetahui hubungan antara derajat perdarahan dan ketebalan
endometrium dengan kerapatan reseptor estrogen (RE) dan progesteron
(RP) pada kelenjar dan stroma endometrium wanita perimenopause
dengan PUD.
Metode: Penelitian observasional analitik dengan rancangan crosssectional
dilakukan untuk mengetahui kerapatan RE dan RP dari jaringan
kuretase dan hubungannya dengan derajat perdarahan dan
ketebalan endometrium. Subjek penelitian adalah 30 wanita perimenopause
berusia 40 - 51 tahun dan dilakukan pemeriksaan transvaginal
ultrasound untuk mengukur ketebalan endometrium selanjutnya
dilakukan pemeriksaan kerapatan RE dan RP dengan teknik histokimia.
Analisis statistik untuk mengetahui hubungan ketebalan endometrium
dengan kerapatan RE dan RP pada kelenjar dan stroma endometrium
menggunakan uji Chi kuadrat. Untuk mencari hubungan
antara ketebalan endometrium dan derajat perdarahan digunakan uji
t. Kemaknaan ditentukan berdasarkan nilai p < 0,05.
Hasil: Terdapat hubungan yang bermakna antara derajat perdarahan
dengan ketebalan endometrium (p < 0,001). Tidak terdapat hubungan
yang bermakna antara ketebalan endometrium dengan kerapatan RE
baik pada kelenjar maupun stroma (p = 0,194; p = 0,748), juga pada
hubungan antara ketebalan endometrium dengan kerapatan RP pada
kelenjar endometrium (p = 0,375). Terdapat hubungan yang bermakna
antara ketebalan endometrium dengan kerapatan RP di stroma endometrium
yang makin rendah (p = 0,031). Tidak terdapat hubungan yang
bermakna antara derajat perdarahan dengan kerapatan RE dan RP baik
pada kelenjar (p = 0,189; p = 0,063) maupun stroma (p = 0,901; p =
0,071).
Kesimpulan: Ketebalan endometrium mempengaruhi derajat perdarahan
pada wanita perimenopause dengan PUD. Derajat perdarahan
makin banyak pada endometrium yang makin tebal yang menunjukkan
kerapatan RP yang sedikit.
[Maj Obstet Ginekol Indones 2006; 30-4: 238-44]
Kata kunci: derajat perdarahan, ketebalan endometrium, RE, RP,
kelenjar endometrium, stroma endometrium, perimenopause, PUD