Guna menyelenggarakan rekam medis yang berkualitas perlu ditunjang dengan kesesuaian antara beban kerja yang dibebankan dengan petugas rekam medis yang tersedia. Adanya ketidaksesuaian beban kerja dengan tenaga kerja yang tersedia akan berpengaruh terhadap tingkat produktifitas kerja dan berdampak pada kualitas pelayanan. Oleh karena itu untuk menciptakan tenaga kesehatan dengan kuantitas dan kualitas yang memadai dapat dilakukan dengan cara melakukan perencanaan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat dilakukan dengan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK-Kes). Permasalahan yang ada di Puskesmas Bareng diketahui bahwa jumlah petugas hanya ada dua orang, sedangkan jumlah kunjungan perhari 60-80 pasien, ditambah dengan alat cetak label nama yang error sehingga menambah beban kerja serta petugas yang merasa kelelahan dengan hanya tersedianya 2 petugas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kebutuhan tenaga kerja rekam medis yang ada di unit rekam medis Puskesmas Bareng berdasarkan analisis beban kerja dengan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK-Kes). Adapun teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional analitik. Berdasarkan hasil perhitungan ABK Kes yang sudah dilakukan peneliti diketahui bahwa jumlah seharusnya petugas rekam medis di Puskesmas Bareng berjumlah 5 orang dan ketersediaan petugas saat ini hanya berjumlah 2 orang sehingga dibutuhkan penambahan petugas sejumlah 3 orang. Kata-kata Kunci. Beban kerja, tenaga kerja, metode ABK kes.