Bambang Suhartono
Universitas Insan Pembangunan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI KUALITAS PERANGKAT LUNAK DENGAN MENGGUNAKAN ISO 25010: STUDI KASUS APLIKASI AUDIT MANAJEMEN SISTEM Bambang Suhartono; Sukriyah
IPSIKOM Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Ipsikom
Publisher : LPPM UNIVERSITAS INSAN PEMBANGUNAN INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58217/ipsikom.v13i1.426

Abstract

Pengembangan aplikasi perangkat lunak berkualitas tinggi di era teknologi informasi, di mana kualitas secara langsung memengaruhi kepuasan pengguna dan keberhasilan organisasi. Standar ISO/IEC 25010:2011 diakui sebagai kerangka kerja komprehensif untuk kualitas perangkat lunak, yang mendefinisikan karakteristik kualitas inti. Implementasi standar ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk, mengurangi risiko proyek, dan mengoptimalkan efisiensi pengembangan. Namun, adopsi standar ISO 25010 seringkali dihadapkan pada tantangan praktis, sehingga evaluasi komprehensif implementasinya menjadi penting.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas perangkat lunak menggunakan standar ISO 25010, yang fokus pada karakteristik kualitas perangkat lunak. Studi ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi manajemen proyek sebagai studi kasus. ISO 25010 memberikan kerangka kerja yang komprehensif untuk menilai berbagai aspek kualitas perangkat lunak, termasuk fungsionalitas, keandalan, efisiensi, keamanan, dan lainnya. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis komprehensif terhadap setiap karakteristik kualitas yang disediakan oleh ISO 25010, dengan menggunakan metode kuesioner terhadap 8 komponen ISO 25010 dengan menggunakan skala likert kepada para Responen. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis untuk menentukan sejauh mana aplikasi ini memenuhi standar kualitas ISO 25010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Audit Management System (AMS) ini memiliki kinerja yang baik dalam beberapa karakteristik, seperti fungsionalitas dan kehandalan. Namun, terdapat area yang perlu ditingkatkan, seperti efisiensi dan keamanan. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi pengembang untuk meningkatkan kualitas perangkat lunak mereka sesuai dengan standar ISO 25010
DECADE OF IT STRATEGIC PLANNING: SYSTEMATIC REVIEW OF FRAMEWORKS AND CRITICAL SUCCESS FACTORS Bambang Suhartono; Tole Sutikno; Imam Riadi
JITK (Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komputer) Vol. 11 No. 3 (2026): JITK Issue February 2026
Publisher : LPPM Nusa Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/jitk.v11i3.7068

Abstract

Strategic planning for information technology (PSTI) is a crucial element in ensuring alignment between an organisation's business objectives and the use of information technology. In the last decade, challenges have arisen in adopting appropriate frameworks, methods and principles, especially amidst the complexities of digital disruption. This study aims to conduct a systematic literature review (SLR) of PSTI-related research during the period 2015-2024 using the PRISMA 2020 approach, with literature searches from leading academic databases such as Scopus, IEEE Xplore, SpringerLink, and Google Scholar during the period 2015-2024. A total of 62 scientific articles were analysed to evaluate the frameworks used, business sectors based on KBLI, implementation methods, principles applied, and critical success factors and research gaps. The results showed that Ward & Peppard, TOGAF, and Tozer frameworks were the most dominant approach. Key success factors include top management support, business and IT strategy alignment, effective IT governance, and organisational capability. This study makes a significant contribution to the development of theoretical foundations and practical guidelines for adaptive PSTI implementation, the KBLI-PSTI mapping, the systensis of framework/ methods/ princiles, alignment factors & organizational capabilities,  and opens space for further research in less explored sectors