Dalam era tehnologi dan informasi hampir tidak ada yang tidak disentuh dan dipengaruhi
media. Pertumbuhan media semacam blog, facebook, BBM, WA, T witter, dan lain-lain mendorong
berkembangnya komunitas-komunitas. Salah satunya adalah komunitas hijabers. Fenomena ini
menjadi sangat menarik, karena banyak orang yang mengapresiasi, karena mereka dipersatukan atas
dasar budaya materi jilbab atau hijab. Mereka memiliki norma, nilai-nilai yang tertentu yang
melandasi pola pikir dan pola aktifitas komunikasi dalam kelompok yang unik. Realitas muslimah
berjilbab tersebut menunjukkan sebuah eksistensi sosial individu yang tidak lepas dari konteks
kelompok dan lingkup sosialnya. Untuk itu permasalahan penelitian ini adalah bagaimana proses
pembentukan kelompok dan aktivitas komunikasi yang dilakukan oleh komunitas hijabers di era
tehnologi informasi ini?. Adapun kerangka teoritis yang digunakan adalah tinjauan mengenai
kelompok dan komunitas, proses pembentukan kelompok, aktivitas komunikasi kelompok dan
perkembangan tehnologi informasi. Metodologi yang digunakan berangkat dari paradigma
konstruktivisme, dengan metode kualitatif. Tehnik pengumpulan data dengan wawancara dan
observasi dari 5(lima) komunitas hijab. Hasil penelitian merujuk bahwa proses pembentukan
kelompok melalui empat proses yaitu forming, stroming, norming, performing, kemudian aktifitas
komunikasi dilakukan dengan melalui penggunaan media baru sebagai bagian dari perkembangan
tehnologi informasi terbaru sebagai sarana komunikasi kelompok. Bentuk aktivitas komunikasi
adalah komunikasi informal yang diyakini menjadi lebih bermanfaat dalam mencapai tujuan
kelompoknya.
Kata kunci: kelompok dan proses pembentukannya, aktivitas komunikasi, tehnologi
informasi