p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Kurios Jurnal Ap-Kain
Tambunan, Sarina
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Pendidikan Agama Kristen Terhadap Pertumbuhan Iman Anak Peserta Didik Berdasarkan 2 Timotius 3:16 Arios, Siliwanus; Tambunan, Sarina
Jurnal Ap-Kain Vol 2, No 2 (2024): Teogi dan Pendidiakn Agama Kristen (Juli 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/jak.v2i2.134

Abstract

The role of a Christian teacher is very important in supporting the growth of students' faith based on the Bible verse 2 Timothy 3: 16. In today's world, which is characterized by technology and rapid social change, we need to know that the challenges currently facing the younger generation are becoming increasingly Serious. This gets more and more complicated. Christian religious education inspired by the Word of God plays a very important role in teaching, correcting mistakes, correcting behavior, and educating children in truth. We know that Christian religious education that is comprehensive and sensitive to context can have a significant positive impact on the development of children's faith and character. Children who receive a structured Christian religious education develop a deeper understanding of the teachings of Christ, increase ethical behavior, and demonstrate the ability to face life's challenges with a strong foundation of faith. This study highlights the importance of incorporating biblical values into the curriculum and the importance of educational approaches that are relevant to the current context.AbstrakPeran sorang guru agama Kristen sangat penting dalam mendukung pertumbuhan iman anak didik berdasarkan Alkitab ayat 2 Timotius 3: 16. Di dunia saat ini, yang ditandai dengan adanya teknologi serta perubahan sosial yang cepat, perlu diketahui tantangan yang saat ini dihadapi generasi muda menjadi semakin serius. Ini menjadi semakin rumit. Pendidikan agama Kristen yang diilhami oleh Firman Tuhan sangat berperan penting dalam mengajar, mengoreksi kesalahan, mengoreksi tingkah laku, dan mendidik anak dalam kebenaran. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi pustaka maka dapat disimpulkan bahwa kekeristenan harus menyadari bahwa pendidikan agama Kristen yang komprehensif dan peka terhadap konteks dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan iman dan karakter anak. Anak-anak yang menerima pendidikan agama Kristen terstruktur mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran Kristus, meningkatkan perilaku etis, Menyelidiki dan menganalisis peran guru agama Kristen dalam mendukung pertumbuhan iman dan karakter anak didik, dengan fokus khusus pada penerapan prinsip-prinsip yang diambil dari 2 Timotius 3:16.Mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh generasi muda dalam perkembangan iman dan karakter di tengah perubahan teknologi dan sosial yang cepat, serta bagaimana pendidikan agama Kristen dapat menjawab tantangan-tantangan tersebut.Mengeksplorasi dampak dari pendidikan agama Kristen yang terstruktur dan berbasis pada Firman Tuhan terhadap pengembangan pemahaman, perilaku etis, dan kebenaran dalam diri anak didik.Mengembangkan strategi pendidikan agama Kristen yang komprehensif dan peka terhadap konteks sosial dan budaya saat ini, dengan tujuan memperkuat iman dan karakter anak didik di dunia yang terus berubah. Menyimpulkan bagaimana pendidikan agama Kristen yang diilhami oleh 2 Timotius 3:16 dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan iman, moral, dan perilaku etis anak didik. Dan menunjukkan kemampuan menghadapi tantangan hidup dengan landasan iman yang kuat. Kajian ini menyoroti pentingnya memasukkan nilai-nilai alkitabiah ke dalam kurikulum dan pentingnya pendekatan pendidikan yang relevan dengan konteks saat ini.
Edukasi sebagai evangelisasi: Reformulasi teologis pendidikan kristiani dalam lanskap misi poskolonial Tambunan, Sarina
KURIOS Vol. 11 No. 1: April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v11i1.1360

Abstract

This study explores the theological reformulation of Christian education as an evangelization strategy in the context of post-colonial mission. Through a critical analysis of traditional missiological paradigms, the study identifies the epistemological transformations necessary to contextualize Christian education in the contemporary global landscape. Using a critical hermeneutical approach and theological-practical analysis, the study produces a new conceptual framework that positions education as an emancipatory and dialogical modus operandi of evangelization. The findings suggest that post-colonial Christian education requires the deconstruction of hegemonic paradigms and the reconstruction of pedagogical praxis centered on holistic transformation. The theoretical and practical implications of this reformulation contribute to the development of a more inclusive and contextual contemporary missiology.   Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi reformulasi teologis pendidikan Kristiani sebagai strategi evangelisasi dalam konteks misi post-kolonial. Melalui analisis kritis terhadap paradigma misiologi tradisional, studi ini mengidentifikasi transformasi epistemologis yang diperlukan untuk mengkontekstualisasikan pendidikan Kristiani dalam lanskap global kontemporer. Menggunakan pendekatan hermeneutika kritis dan analisis teologis-praktis, penelitian ini menghasilkan kerangka konseptual baru yang memposisikan edukasi sebagai modus operandi evangelisasi yang emansipatif dan dialogis. Temuan menunjukkan bahwa pendidikan Kristiani post-kolonial memerlukan dekonstruksi paradigma hegemonik dan rekonstruksi praksis pedagogis yang berpusat pada transformasi holistik. Implikasi teoretis dan praktis dari reformulasi ini berkontribusi pada pengembangan misiologi kontemporer yang lebih inklusif dan kontekstual.