Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Perceraian Orang Tua Terhadap Pola Asuh Serta Motivasi Belajar Anak di SD Negeri Sidomulyo 01, Kec. Selorejo, Kab. Blitar Trianingsih, Mei Lantika
Lentera Ilmu Vol. 1 No. 1 (2024): Vol 1, No 1, Juli 2024
Publisher : Citra Lentera Jagat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59971/li.v1i1.19

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari perceraian orang tua yang mempengaruhi pola asuh dan motivasi belajar anak di SD Negeri Sidomulyo 01, Kec. Selorejo, Kab. Blitar, serta untuk mengetahui upaya penanganan dari peramasalahan yang dialami oleh anak tersebut. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dimana data dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Pada tahap analisis data dengan menggunakan teknik meliputi reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan membuat simpulan hasil. Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sembilan anak di SD Negeri Sidomulyo 01, Kec. Selorejo, Kab. Blitar, yang mengalami permaslaahan terhadap perilaku dan motivasi belajarnya, peneliti mendapati uraian permaslahan yang dialami anak seperti tidak sopan terhadap lingkungan disekitarnya, sulitnya bersosialisasi dan sering kesulitan mengontrol emosinya, selain itu anak juga merasa bahwa hilangnya motivasi belajar, mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi dan menurunnya nilai hasil akademik. Peneliti telah meriset bahwa sebagian besar faktor permaslahan yang dialami anak disebabkan oleh tekanan mental akibat dari perceraian kedua orang tua. Mengacu kepada klasifikasi permasalahan yang dialami oleh anak, peneliti mendapati upaya yang dilakukan guru dan orang tua guna mengatasi dan meminimalisir permsalahan tersebut. Adapun upaya yang diterapkan meliputi (1) Pendekatan dan membangun komunikasi terhdap siswa terdampak, (2) Memberi dukungan, (3) Memberi perhatian dan pengawasan, (4) Menjalin komunikasi antara guru dan orang tua (5) Membangun suasana belajar yang menarik, (6) Memberi pujian,nilai dan hadiah.
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PARTISIPASI MURID PADA MATA PELAJARAN PPKn KELAS X SMA ITP SURABAYA Kusuma, Achmad Arif Rizal Ilham Putra; Wahyuni, Antin Tri; Caesa, Balqis Shabira Al-May; Laila, Fitriana Dewi Nur; Trianingsih, Mei Lantika; Syaidah, Rohmatus; Suhartono; Lidawati, Eka
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Completed
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.60498

Abstract

Pancasila and Civic Education (PPKn) instruction for Grade X students at SMA ITP Surabaya remains dominated by conventional, teacher-centered methods, resulting in low levels of student collaboration. Students tend to be passive, reluctant to work in groups, dismissive of peers' opinions, and less responsible for shared tasks, hindering the internalization of democratic values. This study aimed to describe the implementation of two Cooperative Learning models—Gallery Walk and Teams Games Tournament (TGT)—and analyze their effects on students' collaborative attitudes in PPKn learning. The study employed a qualitative Classroom Action Research (CAR) design based on Djajadi's (2019) model, consisting of planning, implementation, observation, and reflection. The research involved 31 Grade X (Phase E) students (12 male and 19 female) and was conducted over three cycles. Gallery Walk was implemented in Cycle 1, while TGT was applied in Cycles 2 and 3. Data were collected through observations of students' collaborative behavior using a four-point rating scale, product assessments, tournament quizzes, and documentation. Data analysis followed the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana (2014). The findings revealed a consistent improvement in students' collaborative attitudes, with the mean score increasing from 80.97 in Cycle 1 to 90.87 in Cycle 2 and 91.32 in Cycle 3. The proportion of students in the "good" and "very good" categories rose from 42% (13 students) to 93.5% (29 students), while learning mastery reached 100% in the final two cycles. The study concludes that Cooperative Learing is an effective instructional strategy for strengthening collaborative attitudes and supporting democratic learning practices.