Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH EKSTRAK DAUN SERAI (CYMBOPOGAN CITRATUS)TERHADAP PERKEMBANGAN LARVA AEDES AEGYPTI Najamudin Marsaoly, Mugiyanto, Sumarni Koroy,
JBES: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 4 No 1 (2024): JBES: Jurnal Pendidikan Biologi Dan Sains, (Periode Terbitan Januari 2024) Jilid
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Indonesia mempunyai banyak tanaman yang bisa dipakai sebagai bahan herbal. Bahan herbal sudah lama dipakai di bidang kesehatan dalam pencegahan, kuratif, dan rehabilitatif. Daun serai salah satu tanaman yang dipercaya bisa dipakai untuk bahan herbal yang mempunyai daun yang rimbun serta lebat. Kandungan dalam daun serai terdiri dari alkaloid, flavonoid, juga beberapa monoterpene memiliki fungsi antimikrobial, antibakterial, molluscidal, antifungal, dan lainnya. Minyak atsiri yang juga terkandung dalam daun serai dapat memberikan aktivitas antimikroba. Hal ini terlihat dari hasil penelitian sebelumnya, bahwa minyak atsiri daun serai mempunyai aktivitas antibakteri terhadap E.coli serta Salmonella typhimurium. Daun serai juga banyak mengandung minyak atsiri yang tersusun dari senyawasenyawa monoterpene seperti sitral dan geraniol. 5 Minyak ini mengandung antibakteri dan anti jamur, sehingga digunakan dalam pengobatan seperti bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella typhimurium dengan MIC 0,5 µL/mL. Serai (Cymbopogon citratus) mempunyai fungsi sebagai obat untuk sakit gigi dan gusi bengkak. Nyamuk adalah serangga yang sukses memanfaatkan air lingkungan termasuk air alami, air sumber buatan yang sifatnya permanen maupun temporer.Siklus hidup nyamuk dipengaruhi oleh tersedianya air sebagai media perkembangbiak dari telur sampai menjadi nyamuk dewasa. Nyamuk memerlukan tiga macam tempat untuk kelangsungan hidupnya yaitu tempat berkembangbiak, tempat istirahat dan tempat mencari darah. Ketiga tempat tersebut merupakan suatu sistem yang saling terkait untuk menunjang kelangsungan hidup nyamuk (ashafil at.,al).