This Author published in this journals
All Journal Lentera Ilmu
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PROBLEM KETIMPANGAN SOSIAL DI MASYARAKAT BAGI SILA KELIMA PANCASILA Maulana, Ghiffari Zakka
Lentera Ilmu Vol. 2 No. 1 (2025): Vol 2, No 1, Maret 2025
Publisher : Citra Lentera Jagat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59971/li.v1i1.80

Abstract

Ketimpangan sosial mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti Ketimpangan terhadap pendidikan ketika akses terhadap pendidikan yang berkualitas tidak merata, terutama bagi keluarga miskin atau yang tinggal di daerah terpencil. Hambatan seperti biaya tinggi dan kurangnya sarana pendidikan menghalangi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang memadai, yang berdampak pada peluang mereka untuk memperoleh pekerjaan yang layak di masa depan. Ketimpangan sosial diperburuk oleh faktor-faktor lain, seperti ketimpangan distribusi kekayaan dan sumber daya. Masyarakat yang kurang beruntung sering kali tidak memiliki akses yang setara terhadap layanan dasar, seperti pendidikan dan kesehatan, yang semakin memperburuk ketidaksetaraan. Selain itu, ketimpangan antara individu, masyarakat, dan negara juga memperburuk kondisi ini, di mana kebijakan yang tidak adil atau tidak merata dapat memperlebar kesenjangan yang ada. Penelitian mengenai ketimpangan sosial menunjukkan bahwa kebijakan pemerataan ekonomi dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketimpangan tersebut. Pemerataan ekonomi berfokus pada distribusi pendapatan yang adil, akses setara terhadap pendidikan dan kesehatan, serta penciptaan peluang ekonomi bagi seluruh masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebijakan ini dapat meningkatkan kualitas hidup, mengurangi kemiskinan, dan memperkecil kesenjangan pendapatan antar kelompok sosial. Untuk mengatasi ketimpangan sosial secara efektif, diperlukan kebijakan yang inklusif dan adil, yang memastikan pemerataan kesempatan dan sumber daya bagi seluruh lapisan masyarakat. Upaya pengurangan ketimpangan ini harus melibatkan perbaikan dalam sistem pendidikan, peningkatan kualitas dan aksesibilitasnya, penyediaan layanan kesehatan yang merata, serta pemberdayaan ekonomi bagi kelompok-kelompok rentan. Dengan pendekatan yang tepat, ketimpangan sosial dapat diminimalisir, dan masyarakat yang lebih adil serta sejahtera dapat terwujud.