Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya minat siswa sekolah dasar terhadap budaya dan bahasa Jawa di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dominasi permainan digital. Padahal, pelestarian budaya lokal penting untuk membangun karakter dan keterampilan abad 21 pada generasi muda. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengimplementasikan pembelajaran bahasa Jawa yang bermuatan permainan tradisional sebagai upaya pelestarian budaya serta peningkatan keterampilan literasi, motorik halus, dan kolaborasi siswa. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada skala kecil, melibatkan satu kelas di SDN Kebonagung, dengan metode siklus yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, penugasan menulis kosa kata dan kalimat, serta dokumentasi aktivitas siswa dalam permainan tradisional, seperti dakon dan bekelan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan literasi bahasa Jawa dan motorik halus siswa, serta tumbuhnya rasa kebersamaan dan apresiasi terhadap budaya lokal. Integrasi unsur digital dilakukan dengan mendokumentasikan proses belajar menggunakan media sederhana, sehingga pembelajaran tetap relevan dengan era teknologi. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pembelajaran berbasis permainan tradisional efektif dalam mengembangkan keterampilan abad 21 dan melestarikan budaya daerah. Penelitian ini berkontribusi pada pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan).