Pada dasarnya setiap orangtua akan berusaha mendidik anak-anaknya menjadi anak yang mempunyai akhlak mulia yang sesuai dengan ajaran agama Islam serta meneladani akhlak Nabi Muhamad SAW. Dalam hal ini memunculkan beragam cara yang dilakukan orangtua untuk memberikan didikan serta pola asuh terhadap anak yang berbeda-beda. Perbedaan pola asuh dalam mendidik biasanya dipengaruhi oleh faktor pengalaman yang pernah didapatkan semasa kecil ataupun pola asuh yang terbentuk dari pelatihan parenting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pola asuh yang diberikan orangtua kepada anak. Mendeskripsikan kecerdasan emosional anak dalam berinteraksi sosial di sekolah, serta menganalisa implikasi pola asuh orangtua terhadap kecerdasan emosional anak dalam berinteraksi sosial di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan jenis penelitian kualitatif. Sedangkan metode yang digunakan adalah deskriptif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa MI Al-Washliyah Perbutulan untuk meneliti implikasi pola asuh orangtua terhadap kecerdasan emosional anak dalam berinteraksi sosial di sekolah. Sedangkan sampel atau yang disebut dengan informan dalam penelitian ini adalah guru kelas, enam siswa MI Al Washliyah Perbutulan dan orangtua dari siswa yang menjadi sempel. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah pola asuh yang digunakann dalam mendidik anak sangat beragam, seperti pola asuh demokratis, pola asuh situasional, dan pola asuh otoriter, namun yang dominan diaplikasikan adalah pola asuh demokratis. Pola asuh demokratis adalah sebuah pola yang mengajarkan anak untuk mandiri, namun masih dalam pengawasan orangtua. Orangtua memberikan ruang untuk anak berkembang sesuai dengan yang dinginkan, dari sinilah rasa percaya driri anak bisa tumbuh. Pola asuh orangtua akan berpengaruh pada kecerdasan emosional anak dalam tingkah lakunya baik dalam berinteraksi sosial ataupun dalam mengolah emosi, hal ini dapat dilihat ketika anak merespon suatu rangsangan yang dihadapinya. Kecerdasan emosional sejatinya bisa di latih, pola asuh yang diberikan sangat berpengaruh dalam kehidupan mendatang anak tersebut. Anak yang terlahir dari keluarga yang harominis dan menerapkan pola asuh demokratis, biasanya anak tersebut akan tumbuh menjadi anak yang mandiri, memiliki kepercayaan diri yang baik serta terbuka dengan orangtuanya.