Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RAGAM FENOTIP EKSTERNAL TUBUH SAPI LOKAL Laya, Nibras; Gubali, Syukri; Dako, Safriyanto
Gorontalo Journal of Equatorial Animals Vol 4, No 1 (2025): Gorontalo Journal of Animal Equatorials
Publisher : Gorontalo Journal of Equatorial Animals

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to identify the variety of external body phenotypes of local cattle raised by the livestock community. This study was conducted in Sumalata District, North Gorontalo Regency, Gorontalo Province. For ± 3 months, from November 2023 to January 2024. A total of 137 female local cattle aged 4-5 years have been recorded for external body characteristics. Descriptive analysis describes the data obtained from the results of observation and documentation. The data obtained in the field are then made into a contingency table. Dominant color, horn shape, leg color and face shape. The body color of local cattle found is dominant white, dominant brick red, dominant black brown, dominant cream, dominant gray, dominant black and dominant brown. The leg colors found in local cattle are Brick Red, White, Black White, White Cream, Brown, Brick Red, Black, Black Brown, and Gray. The leg color of this local cattle almost resembles the leg color of Balinese cattle. The horn shape includes curved forward, curved inward, upright upward, upright sideways, no horns, and short. Meanwhile, the face shape includes flat and convex Keywords: Leg shape, Body color and Local cattle
KEMEMPUAN TETAS TELUR DAN VIABILITAS DAY OLD CHICK (DOC) AYAM HASIL PERSILANGAN Laya, Nibras; Gubali, Syukri; Dako, Safriyanto
Gorontalo Journal of Equatorial Animals Vol 4, No 1 (2025): Gorontalo Journal of Animal Equatorials
Publisher : Gorontalo Journal of Equatorial Animals

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study is aimed to investigate Hatchability of eggs, and Viability of Day Old Chick (DOC), the result of  hybridization between  native chicken and broiler  chicken. The chickens consist of 3 male native chickens and 30 female broiler chickens.  The Hybridization is conducted through artificial insemination. The observed variables are fertility, Hatchability and Viability of Day Old Chick, The data  that have been collected are analyzed descriptively by calculating the mean, deviation standard, and coefficient of variation. Findings reveal that the mean score of fertility is 78,95%, hatchability of egg is 56,97%, and the viability is 90,85%. Based on result and discussion, it can be concluded that the fertility, hatchability and viabilityof Day Old Chick (DOC)  are higher than native chickens. Keywords:Hatchability, and Viability  of DOC, Hybridization 
Penguatan Kemandirian Pangan melalui Program Pelatihan dan Demonstrasi Budidaya Ayam Kampung Unggul Balitbangtan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Saleh, Ellen; Zainudin, Srisukmawati; Laya, Nibras; Pateda, Sri Yeni; Rokhayati, Umbang Arif; Djunu, Srisuryaningsih
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2445

Abstract

Keterbatasan akses protein hewani dan rendahnya pemanfaatan pekarangan menjadi permasalahan mendasar dalam ketahanan pangan keluarga di Desa Tohupo, Kecamatan Bongomeme. Kondisi ini berdampak pada rendahnya konsumsi pangan bergizi dan berpotensi mempengaruhi status gizi rumah tangga. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik ini bertujuan mendorong kemandirian pangan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis budidaya ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) sebagai sumber protein hewani yang ekonomis dan mudah dipelihara. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, praktik lapangan, demonstrasi pembuatan pakan berbahan lokal, serta pendampingan berkelanjutan. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui pre test dan post test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, observasi praktik peserta, serta monitoring pembentukan demplot kandang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 35% setelah mengikuti pelatihan, meningkatnya keterampilan teknis dalam pembuatan pakan dan manajemen pemeliharaan, serta terbentuknya satu unit kandang percontohan sebagai model penerapan budidaya ayam KUB di tingkat rumah tangga. Peserta yang menunjukkan minat tinggi ditetapkan sebagai kader ternak untuk keberlanjutan program. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan partisipatif–aplikatif efektif dalam membangun kemandirian pangan dan dapat menjadi strategi pendukung pencegahan stunting berbasis pemanfaatan pekarangan. Kegiatan ini memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga serta membuka peluang peningkatan pendapatan melalui usaha ternak skala kecil. Model pemberdayaan yang diterapkan berpotensi direplikasi di desa lain dengan konteks serupa.