Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Does Productive Zakat Affect the Growth of Mustahiq Micro Business? Case Study Lazismu DIY Dwi Santosa Pambudi; Rofiul Wahyudi; Alung Prasetya; Ketina Widiana; Rasyid Bimo Radithyo; Dhea Arsy Ramadhini; Inda Dwi Kartika
Ihtifaz: Journal of Islamic Economics, Finance, and Banking Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/ijiefb.v7i2.12002

Abstract

Introduction: State the problem statements of the article briefly and concisely. One of the pillars of Islam that has an economic dimension is zakat, where the funds collected can be utilized with the aim of increasing the growth of the mustahiq business. In contemporary treasures, it is called the utilization of productive zakat. Purpose: The purpose of this study is to explore the relationship between the utilization of productive zakat in increasing the growth of Mustahiq Business in the Muhammadiyah Amil Zakat Institute (LAZISMU) Yogyakarta. Methodology: This study uses a quantitative method with a descriptive approach and data analysis using linear regression. Data was collected from mustahiq who received productive zakat from LAZISMU Yogyakarta. Findings: The finding is that the utilization of productive zakat has a significant and positive impact on the growth of mustahiq businesses, both partially and simultaneously. Paper Type: Research Article or General Review Keywords: Growth; Lazismu; Micro Business; Productive Zakat
Arsitektur Pengelolaan Dam Haji Berbasis Financial Technology: Studi Kelayakan Implementasi di Indonesia Hilma Fanniar Rohman; Andy Putra Wijaya; Ketina Widiana; Ilham Zulaiman
Jesya Vol 9 No 2 (2026): ARTICLES : RESEARCH JUNI 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36778/jesya.v9i2.2690

Abstract

Pengelolaan dana dam haji telah lama menghadapi trilema krusial: inefisiensi logistik, kurangnya transparansi transaksi, dan kegagalan dalam merespons kebutuhan sosial mendesak seperti penanggulangan bencana. Meskipun studi terdahulu telah memvalidasi legitimasi teologis (fiqh) substitusi hewan ke uang tunai, kesenjangan signifikan masih terjadi terkait arsitektur teknis dan regulasi untuk implementasi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengoperasionalkan mandat UU No. 14 Tahun 2025 yang bervisi membentuk ekosistem ekonomi haji dengan merancang Integrated Digital Dam System (IDDS). Mengadopsi pendekatan sosio-legal, riset ini menringulasi data dari analisis regulasi dan wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan kunci, termasuk regulator, ulama, dan pakar fintech. Kelayakan model yang diusulkan dievaluasi menggunakan kerangka kerja TELOS. Temuan menunjukkan bahwa pembentukan Kementerian memberikan otoritas institusional yang diperlukan untuk mengakhiri kekosongan regulasi yang sebelumnya menyuburkan shadow economy. Secara teknis, arsitektur IDDS memanfaatkan smart contracts untuk mengotomatisasi mekanisme pembagian dana antara kepatuhan ritual di Arab Saudi dan dana abadi bencana di Indonesia sehingga mengeliminasi biaya logistik distribusi daging fisik. Studi menyimpulkan bahwa IDDS menawarkan cetak biru kebijakan yang sangat layak bagi Kementerian Haji dan Umrah untuk mentransformasi aset keagamaan pasif menjadi jaring pengaman sosial yang aktif, mengharmonisasikan kesucian ritual (Hifz ad-Din) dengan ketahanan kemanusiaan (Hifz an-Nafs).