Novitasari, Soviana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI EFEKTIVITAS DEPOK SINGLE WINDOW (DSW) DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KOTA DEPOK: The Evaluation of The Effectiveness of Depok Single Window (DSW) in Improving The Quality Of Public Services In Depok City Novitasari, Soviana; Razaq, Muhammad Farsya; Kamilah, Zahra
Restorica: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi Vol. 10 No. 2 (2024): Restorica: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/restorica.v10i2.6616

Abstract

Pelayanan publik menjadi krusial dalam kehidupan masyarakat modern, mencerminkan hubungan langsung antara negara dan warganya. Di tengah kompleksitas tuntutan masyarakat, penyelenggaraan pelayanan publik menghadapi tantangan yang terus berkembang. Pemerintah Kota Depok merespons dengan mengimplementasikan Depok Single Windows (DSW) untuk mengarahkan dan meningkatkan efisiensi proses layanan publik. Meskipun DSW berhasil menangani jutaan permohonan layanan publik secara online, muncul beberapa kendala, termasuk kurangnya sosialisasi, masalah kualitas, dan ketidaklengkapan fitur. Penelitian ini menjadi penting karena belum ada penelitian sebelumnya yang secara khusus mengkaji efektivitas Program Depok Single Windows. Metode studi literatur yang digunakan, dan indikator ketepatan sasaran, sosialisasi program, tujuan program, dan pemantauan program digunakan untuk efektivitas DSW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DSW telah meningkatkan kepuasan masyarakat, namun masih memerlukan perbaikan dalam layanan integrasi, peningkatan sosialisasi, dan pemantauan yang lebih canggih. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan landasan bagi pemerintah Kota Depok untuk terus meningkatkan pelayanan publik dan menyempurnakan aplikasi yang sudah berjalan.
Kinerja Dinas Lingkungan Hidup dalam Pengendalian Pencemaran Udara di Kota Tangerang Selatan Novitasari, Soviana; Khoirul Anwar , Muhammad
Restorica: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi Vol. 11 No. 2 (2025): Restorica: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/restorica.v11i2.11005

Abstract

Kualitas udara yang menurun di Kota Tangerang Selatan menjadi isu penting yang memerlukan perhatian serius. Sebagai instansi yang bertanggung jawab, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memiliki peran strategis dalam pengendalian pencemaran udara. Namun pelaksanaan tugas tersebut belum berjalan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja DLH dalam pengendalian pencemaran udara menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penilaian kinerja mengacu pada lima indikator menurut Dwiyanto (2008) dalam , yaitu produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas DLH masih terhambat oleh keterbatasan kompetensi SDM, laboratorium yang belum optimal. Kualitas layanan belum merata akibat sosialisasi yang minimal, kerusakan alat pemantau, serta pengelolaan kanal aduan yang belum maksimal. Responsivitas DLH selalu berupaya merefleksikan konsistensi kerja DLH meski masih terkendala keterbatasan anggaran, SDM, dan sarana. Dari sisi tanggung jawab, DLH telah bekerja sesuai prosedur namun masih menghadapi tantangan karena sumber kontaminasi berasal dari berbagai sektor yang tidak sepenuhnya berada di bawah kewenangan DLH. Sementara itu, pada aspek akuntabilitas, dokumentasi kegiatan telah dilakukan. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kinerja DLH dalam pengendalian pencemaran udara masih perlu ditingkatkan agar lebih optimal