Abdul Rozak Riaji, Isnandi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI DINAS KETENAGAKERJAAN DALAM MENGURANGI ANGKA PENGANGGURAN DI KABUPATEN BANDUNG JAWA BARAT Salim Sungkar , Fatimah; Mahendra, Medi; Abdul Rozak Riaji, Isnandi
Jurnal Dialektika Politik Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Dialektika Politik
Publisher : STISIP Widyapuri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37949/jdp.v9i1.180

Abstract

This research aims to analyze the strategies implemented by the Employment Agency of Bandung Regency in reducing the unemployment rate. Using Kootten's strategy theory, this study examines the effectiveness of organizational strategies, program strategies, resource support strategies, and institutional strategies implemented by the agency. The results show that the program strategy has been running well through the implementation of activities such as job fairs and job vacancy announcements that are in accordance with community needs. However, the resource support strategy is considered inefficient due to the less-than-optimal utilization of resources, caused by limited competent manpower, infrastructure facilities, and inadequate funding. Meanwhile, institutional strategies have been running quite well with programs designed according to needs and planned, although some programs are still not implemented optimally. Based on these findings, it is recommended that the Manpower Office increase the capacity of human resources, improve infrastructure, and optimize funding to support the effectiveness of the strategies implemented to reduce unemployment in Bandung Regency.
Peran Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Dalam Pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Bandung Pasca Pandemi Covid-19 Adiwilaga, Rendy; Andri Alpriatna, Ade; Abdul Rozak Riaji, Isnandi
Journal of Indonesian Rural and Regional Government Vol 9 No 2 (2025): Rural and Regional Government
Publisher : Magister Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jirreg.v9i2.683

Abstract

Kabupaten Bandung merupakan wilayah di Provinsi Jawa Barat memiliki potensi wisata yang cukup menarik. Selain wisata alamnya yang kaya, Kabupaten Bandung juga menjadi sentra pelestarian budaya dan situs sejarah yang dinamis dibandingkan dengan Kabupaten lain di Jawa Barat. Meskipun Pemerintah Pusat telah berulang kali menyelenggarakan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), hingga kini belum ada desa di Kabupaten Bandung yang menembus sepuluh besar di setiap kategori. Adapun pencapaian tertinggi hanya 75 besar di tahun 2022 dan 2023. Terlebih, pasca pandemi covid-19, geliat wisata di Kabupaten Bandung semakin lesu dan berdampak pada ekonomi masyarakatnya. Penulisan ini menggunakan teori Peran dari Pitana & Gayatri yang menjelaskan bahwa peran dapat ditinjau dari tiga variabel, yakni motivator, fasilitator, dan dinamisator. Metode penulisan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta perwakilan Desa wisata di Kabupaten Bandung baik berkategori Desa wisata maju, berkembang dan rintisan. Hasil penulisan menunjukan dari 100 Desa wisata yang di tetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung hanya sebagian kecil yang memenuhi kriteria kelayakan sebagai desa wisata yang masuk dan bisa dianggap layak menjadi Desa wisata. Untuk peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung sebagai motivator seperti adanya penyuluhan dan pembinaan, fasilitator seperti adanya pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan pariwisata dan dinamisator seperti adanya kerjasama dengan pihak-pihak tertentu. Peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung sebagai motivator, fasilitator, dan dinamisator dalam pengembangan desa wisata pasca pandemi Covid-19 belum optimal, terutama karena berbagai hambatan nonteknis seperti faktor politik, lemahnya komitmen kelembagaan, dan kendala administratif hambatan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penguatan strategi pemerintah daerah dalam pengembangan pariwisata berbasis desa pasca pandemi Covid-19.