Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Khalifah Ali Bin Abi Thalib Dalam Lahirnya Ilmu Nahwu: Studi Sejarah Awal Pembentukan Kaidah Bahasa Arab Farid Ahmad Zulqornaen
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Resit Multidisiplin Edukasi (Edisi Maret 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v2i3.206

Abstract

This article examines the crucial role of Caliph Ali bin Abi Thalib in the development of the science of Nahwu, which became the foundation of Arabic grammar. With a qualitative and descriptive approach, this study analyzes the historical background, driving factors, and the influence of Ali's thoughts on the growth of the science of Nahwu. The findings of the study indicate that Ali bin Abi Thalib, through his assignment to Abu al-Aswad al-Duali, succeeded in laying the foundation for the development of well-structured Arabic language rules. This is very important to maintain the purity of the Qur'an and the understanding of Islamic teachings. Ali's thoughts and contributions are not only relevant in the context of Arabic linguistic history, but also have a lasting impact on Arabic language studies to this day.
ANALISIS TEKSTUAL “ISTILAH WARNA” DALAM AL-QUR’AN DENGAN MODEL PENERJEMAHAN LARSON Mahdi, Muhammad; Farid Ahmad Zulqornaen
Bashrah Vol 5 No 01 (2025): Jurnal Ilmiah Bashrah Institut Agama Islam Pemalang
Publisher : Institut Agama Islam Pemalang (INSIP) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/jurnal ilmiah bashrah .v5i01.1149

Abstract

Penelitian ini menganalisis istilah warna dalam Al-Qur’an dengan menggunakan model penerjemahan Larson. Warna-warna dalam Al-Qur’an tidak hanya memiliki makna leksikal, tetapi juga simbolik dan idiomatik yang mencerminkan nilai-nilai teologis dan budaya. Model Larson membagi makna ke dalam tiga aspek utama: leksikal, idiomatik, dan komunikatif, yang membantu dalam memahami dan menerjemahkan istilah warna secara lebih akurat. Studi ini menunjukkan bahwa warna putih melambangkan kesucian, hitam mencerminkan hukuman atau kesedihan, dan kuning menggambarkan keindahan serta kesehatan. Penerapan model Larson dalam penerjemahan Arab-Indonesia memastikan bahwa makna istilah warna dalam Al-Qur’an tetap terjaga dalam berbagai konteks bahasa dan budaya. Dengan demikian, kajian ini berkontribusi pada pemahaman lebih dalam terhadap Al-Qur’an serta pengembangan metode penerjemahan yang lebih efektif dan relevan dalam konteks modern.
Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal: Studi pada Industri Keripik Emping di Desa Angsana Farid Ahmad Zulqornaen; Muhamad Rizqi Maulana; Maylina Rahmayanti Fiqriah Wardani; Nur Aini Budiyanto; Risma Ayu; Rijal Firdaos
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 7 No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v7i2.3162

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan perekonomian masyarakat Desa Angsana melalui penyuluhan mengenai ekonomi kreatif dan penerapan digital pada usaha yang memanfaatkan potensi lokal dalam industri keripik emping. Desa Angsana, yang terletak di Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti tanaman melinjo yang digunakan sebagai bahan dasar emping, tetapi pengelolaannya masih tradisional dengan nilai tambah yang rendah. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan pelaku UMKM emping sebagai mitra utama. Metode yang digunakan mencakup dua aktivitas utama: (1) penyuluhan dan presentasi mengenai ekonomi kreatif (ekraf) kepada masyarakat desa terkait potensi pengembangan keripik emping, dan (2) pendampingan untuk digitalisasi dengan menandai lokasi usaha di Google Maps agar meningkatkan visibilitas dan aksesibilitas UMKM. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman mitra mengenai konsep ekonomi kreatif dan bertambahnya jumlah UMKM emping yang terdaftar di Google Maps, sehingga mempermudah konsumen dalam menemukan lokasi usaha dan meningkatkan peluang pemasaran produk. Kegiatan ini menunjukkan bahwa metode penyuluhan dan digitalisasi yang sederhana dapat mendorong perubahan usaha emping tradisional menuju ekonomi kreatif yang memanfaatkan potensi lokal.