Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dampak Xenoglosofilia dan Sumpah Pemuda dalam Transformasi Bahasa Melayu menjadi Bahasa Nasional Indonesia Hani Rizkiyani; Ni Ketut Alexa Dyah Puspita; Siti Masruroh; Zahwa Zannuba Natily
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 4 No. 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v4i2.2118

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya akan keragaman. Keragaman ini tidak hanya terbatas pada satu aspek, tetapi mencakup berbagai bidang, seperti budaya, bahasa, etnis, dan agama. Keragaman ini menjadi kekuatan dan keunikan bangsa Indonesia, serta memperkaya Identitas Nasional Indonesia. Dalam perkembangannya, Bahasa Indonesia mengalami beberapa proses perubahan baik dalam kosakata ataupun penyebutan. Penggunaan Bahasa Melayu sudah lama melekat sejak zaman Pra-Sejarah yang digunakan sebagai bahasa komunikasi dalam dunia perdagangan yang disebarluaskan pertama kali oleh Kerajaan Sriwijaya. Persatuan ini tercetus karena golongan pemuda yang berasal dari berbagai daerah dengan bahasa yang juga berbeda, membutuhkan bahasa yang satu, bahasa yang membuat semua golongan masyarakat dapat memahami bahasa tersebut. Latar belakang tersebut melahirkan Bahasa Indonesia, namun eksistensi dalam penggunaan Bahasa Indonesia semakin menurun sebab ketertarikan generasi muda terhadap Bahasa Asing. Metode penelitian menggunakan kajian kepustakaan dengan teknik analisis dari Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan hasil analisis mengenai perkembangan bahasa Indonesia dari dulu hingga saat ini. Kajian Pustaka ini akan mendukung dalam menganalisis bagaimana Peristiwa Sumpah Pemuda terjadi sehingga Tercetusnya Bahasa Persatuan yang menjadi semangat persatuan bagi para pemuda Indonesia.