This Author published in this journals
All Journal Jurnal Fatwa Hukum
NIM. A1011181210, KEVIN HENRY YASSON GAHO
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PANDANGAN MASYARAKAT TERHADAP PERKAWINAN BEDA AGAMA DI KOTA PONTIANAK NIM. A1011181210, KEVIN HENRY YASSON GAHO
Jurnal Fatwa Hukum Vol 8, No 2 (2025): E-Jurnal Fatwa Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interfaith marriages that occur in Pontianak City raise issues that spark debate in the community, reflecting various views on the legality and validity of the practice. As the capital city of West Kalimantan Province, Pontianak is known for its rich social, ethnic, religious, and cultural diversity. This diversity reflects complex social, economic, and cultural dynamics, influenced by the long history of its people. The reality of this diversity plays an important role in shaping people's views, especially related to interfaith marriageThe purpose of writing this thesis is to find out how the Community Views on Interfaith Marriage in Pontianak City. This study uses an empirical legal research method, namely by describing the situation at the time of the research and analyzing to draw conclusions. The nature of this research is descriptive. The data analysis used for the research is qualitative data analysis.The results of the study show that the people of Pontianak City have a contrarian view of Interfaith Marriage. Interfaith marriages can occur supported by several factors, namely love for the partner, a supportive social environment, and the couple's mindset. Interfaith marriage has legal consequences such as marriage not recognized by the state, children have difficulty determining beliefs, inheritance problems, and disharmony in domestic relationships. Efforts that can be made regarding interfaith marriage are needed socialization and education to the community and the State needs to take anticipatory steps by formulating effective policies.  Keywords: Public View, Interfaith Marriage.  Perkawinan beda agama yang terjadi di Kota Pontianak memunculkan isu yang memicu perdebatan di masyarakat, mencerminkan beragam pandangan mengenai legalitas dan keabsahan praktik tersebut. Sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak dikenal dengan keberagaman sosial, etnis, agama, dan budaya yang kaya. Keberagaman ini mencerminkan dinamika sosial, ekonomi, dan budaya yang kompleks, yang dipengaruhi oleh sejarah panjang masyarakatnya. Realitas keragaman tersebut berperan penting dalam membentuk pandangan masyarakat, terutama terkait dengan perkawinan beda agamaPenulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pandangan Masyarakat terhadap Perkawinan Beda Agama di Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris yaitu dengan menggambarkan keadaan pada waktu penelitian dan menganalisa hingga mengambil kesimpulan. Sifat penelitian ini adalah deskriptif. Analisa data yang digunakan untuk penelitian adalah analisa data kualitatif.Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa Masyarakat Kota Pontianak berpandangan kontra terhadap Perkawinan Beda Agama. Perkawinan beda agama bisa terjadi didukung oleh beberapa faktor yaitu rasa cinta kepada pasangan, lingkungan sosial yang mendukung dan pola pikir pasangan. Perkawinan beda agama memunculkan dampak atau akibat hukum seperti Perkawinan tidak diakui negara, Anak kesulitan dalam menentukan keyakinan, permasalahan warisan, dan ketidakharmonisan dalam hubungan rumah tangga. Upaya yang dapat dilakukan mengenai perkawinan beda agama yaitu diperlukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dan Negara perlu mengambil langkah antisipatif dengan merumuskan kebijakan yang efektif.  Kata Kunci : Pandangan Masyarakat, Perkawinan Beda Agama.