Annasiyah, Sekar Sari
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan Tehnik Baby Massage pada Bayi dan Balita Annasiyah, Sekar Sari; Setyowati , Heni; Sunaryati, Nani; Martiningsih; Kusumastuti, Dhini
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The growth and development of children is very important and an aspect that must be taken seriously from an early age. One of the causes of weight problems is a child's decreased appetite. Efforts that can be made to optimize the baby's weight are in addition to the nutrition provided by the mother and one other way is the need for stimulus stimulation or what is commonly known as baby massage. Baby massage is a direct contact touch therapy with the body that can provide a sense of security and comfort to the baby. Touch and hugs from a mother are a baby's basic needs. If baby massage is done regularly, it will increase catecholamine hormones (epinephrine and norepinephrine) which can stimulate growth and development because they can increase appetite, increase body weight, and stimulate the development of brain structure and function. The aim of this activity is to provide complementary baby massage therapy to healthy babies and toddlers which is carried out directly to mothers who have babies and toddlers in Karangtengah village. This community service method is carried out directly by providing counseling on baby massage techniques. Participants were 20 mothers who had babies and toddlers. The activity began with a pretest followed by providing material with lectures, discussions and demonstrations. The pretest results showed that 7 people (35%) had good knowledge of the mother's knowledge before carrying out baby massage techniques and 13 people (65%) had poor knowledge. The post test results after carrying out the baby massage technique showed an increase in knowledge of 20 people (100%) with good knowledge. The conclusion from the results of this activity was an increase in knowledge before and after the intervention.   Abstrak Pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan hal yang sangat penting dan salah satu aspek yang harus diperhatikan secara serius sejak usia dini. Salah satu penyebab permasalahan berat badan adalah nafsu makan anak yang turun. Upaya yang dapat dilakukan dalam mengoptimalkan berat badan pada bayi di samping nutrisi yang diberikan oleh ibu dan salah satu cara lain perlu adanya rangsangan stimulus atau yang biasa di kenal dengan pijat bayi. Pijat bayi merupakan terapi sentuh kontak langsung dengan tubuh yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman pada bayi. Sentuhan dan pelukan dari seorang ibu adalah kebutuhan dasar bayi. Jika pijat bayi dilakukan secara teratur akan meningkatkan hormon katekolamin (epinefrin dan norepinefrin) yang dapat memicu stimulasi tumbuh kembang karena dapat meningkatkan nafsu makan, meningkatkan berat badan, dan merangsang perkembangan struktur maupun fungsi otak. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan terapi komplementer baby massage pada bayi dan balita sehat yang dilakukan secara langsung disampaikan kepada ibu yang mempunyai bayi dan balita di desa karangtengah. Metode pengabdian masyarakat ini yang dilakukan secara langsung dengan memberikan penyuluhan tehnik baby massage. Peserta sebanyak 20 ibu yang memiliki bayi dan balita. Kegiatan diawali dengan pretest dilanjutkan pemberian materi dengan ceramah, diskusi dan demonstrasi. Hasil pretest didapatkan pengetahuan ibu sebelum dilakukan tehnik baby massage berpengetahuan baik sebanyak 7 orang (35%) dan masih ada 13 orang (65%) berpengetahuan kurang baik. Hasil post test setelah dilakukan tehnik baby massage terjadi peningkatan pengetahuan sebanyak 20 orang (100%) berpengetahuan baik. Simpulan dari hasil kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan intervensi.
Akupresure untuk Mengurangi Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Annasiyah, Sekar Sari; Nani Sunaryati; Wahyu Kristiningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lower back pain in the second and third trimesters of pregnancy is a common complaint. In Indonesia, the incidence is quite significant, with reports of approximately 60% to 80% of pregnant women in various regions complaining of similar conditions. In fact, one study noted that as many as 73.33% of pregnant women who experience back pain are categorized as moderate to severe. Pain causes fear and anxiety, which can lead to stress and drastic physiological changes during pregnancy. Back pain in pregnant women can be treated pharmacologically with analgesics and non-pharmacologically, such as birth balls, prenatal yoga, endorphin massage, warm compresses, deep breathing relaxation, and acupressure. Acupressure is a form of physiotherapy that involves massaging and stimulating specific points on the body to relieve various aches and pains and reduce anxiety. Eight out of 14 pregnant women in Leyangan Village complained of back pain. The methods used in implementing the activity included preparation, providing education and demonstrating acupressure to reduce back pain, and evaluating it with a post-test. The goal of this activity was to enable mothers to independently apply acupressure to reduce back pain. The results of this activity indicated an increase in pregnant women's knowledge about acupressure.   Abstrak Nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester II dan III merupakan keluhan umum yang sering terjadi dikalangan ibu hamil. Di Indonesia sendiri, angka kejadiannya cukup signifikan di mana dilaporkan sekitar 60% hingga 80% ibu hamil di berbagai wilayah mengeluhkan kondisi serupa. Bahkan, sebuah studi mencatat bahwa sebanyak 73,33% ibu hamil yang mengalami nyeri punggung berada pada kategori nyeri sedang hingga berat. Nyeri menyebabkan ketakutan dan kecemasan sehingga dapat menimbulkan stress dan perubahan fisiologis yang drastis selama kehamilan. Nyeri punggung pada ibu hamil dapat ditangani secara farmakologis melalui obat analgesic dan secara nonfarmakologis seperti birth ball, prenatal yoga, endorphin massage, kompres hangat, relaksasi nafas dalam, dan akupresure. Akupresure merupakan salah satu bentuk fisioterapi dengan memberikan pemijatan dan stimulasi pada titik-titik tertentu pada tubuh yang berguna untuk mengurangi bermacam-macam sakit dan nyeri serta mengurangi kecemasan. Permasalahan yang dialami pada ibu hamil di Desa Leyangan yaitu mengeluh nyeri punggung ada 8 orang ibu hamil dari 14 ibu hamil. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan dengan persiapan, memberikan penyuluhan dan mendemontrasikan akupresure untuk mengurangi nyeri punggung, serta mengevaluasi dengan posttest. Tujuan dari adanya kegiatan ini yaitu diharapkan ibu dapat mengaplikasikan secara mandiri tentang akupresure untuk mengurangi nyeri punggung. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang akupresure.