Gilang Anggara
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE TOURISM), EKOWISATA (ECOTOURISM) DAN WISATA HALAL (HALAL TOURISM) TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT GIRIKERTO, KECAMATAN SINE, KABUPATEN NGAWI (Studi Kasus Pada Desa Wisata Girikerto Tahun 2024) Gilang Anggara; Setyaningsih
Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis (JEMB) Vol. 2 No. 5 (2025): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jemb.v2i5.4201

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis signifikansi pengaruh pengembangan pariwisata berkelanjutan, ekowisata dan wisata halal berpengaruh signifikan terhadap pendapatan masyarakat Desa Girikerto, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi. Penelitian ini menggunakan metode survey yang di lakukan pada masyarakat Girikerto. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner yang di sebarkan kepada responden. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga Desa Girikerto yang berjumlah 291 Kepala Keluarga. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Teknik purposive sampling dengan sampel 100 responden. Penelitian ini menggunakan uji instrumen dan uji asumsi klasik. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan anaisis deskriptif, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefesien determinasi (R2). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa uji intrumen untuk semua variabel valid dan reliabel. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan untuk semua variabel lolos uji asumsi klasik. Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel pengembangan pariwisata berkelanjutan, ekowisata dan wisata halal berpengaruh signifikan terhadap pendapatan masayarakat Girikerto Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi. Hasil Uji F menunjukkan bahwa model yang di gunakan untuk menguji pengaruh paririwsata berkelanjutan, ekowisata dan wisata halal terhadap pendapatan masayarakat Girikerto, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi sudah tepat. Hasil koefesien determinasi (R2) = 0,564 Artinya sisanya  (100% - 56,4%) = 43,6% di terangakan oleh variabel lain diluar model misalnya infrastruktur dan eksebilitas, kewirasusahaan lokal, dan teknologi dan inovasi.
Optimasi Keuntungan Penjualan Produk Warung Sembako Anggara Menggunakan Linear Programming Shandy Pratama; Gilang Anggara; M. Andre Ansyah; Ismar Hidayat
Merkurius : Jurnal Riset Sistem Informasi dan Teknik Informatika Vol. 4 No. 4 (2026): Juli: Merkurius : Jurnal Riset Sistem Informasi dan Teknik Informatika
Publisher : Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/merkurius.v4i4.1707

Abstract

Optimalisasi keuntungan merupakan isu manajerial penting bagi usaha mikro ritel karena modal, kapasitas penyimpanan, dan permintaan produk terbatas. Studi ini bertujuan untuk merumuskan model pemrograman linier untuk menentukan alokasi pembelian optimal dari beberapa kategori produk di Warung Sembako Anggara. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif kuantitatif berdasarkan catatan modal dan keuntungan dari enam kategori produk: barang kebutuhan pokok, makanan ringan anak-anak, beras, bahan bakar ritel, voucher data, dan minuman kemasan. Setiap kategori dikonversi ke dalam unit pembelian yang relevan, seperti kemasan, bungkus, kilogram, liter, unit voucher, dan karton minuman. Fungsi tujuan memaksimalkan total keuntungan, sedangkan kendala terdiri dari modal yang tersedia dan batas pembelian minimum-maksimum untuk setiap kategori. Hasil menunjukkan bahwa alokasi awal menggunakan modal sebesar Rp 13.051.000 dan menghasilkan keuntungan sebesar Rp 2.701.500. Alokasi pemrograman linier menggunakan modal sebesar Rp 13.050.167 dan menghasilkan perkiraan keuntungan sebesar Rp 2.857.958. Oleh karena itu, keuntungan meningkat sebesar Rp 156.458 atau 5,79% dibandingkan dengan kondisi awal. Alokasi optimal meningkatkan barang kebutuhan pokok, bahan bakar ritel, dan voucher data, sementara mengurangi produk pelengkap berprioritas rendah dalam batas yang wajar.