Jumlah UMKM di Jawa Barat terus menunjukkan tingkat angka pertumbuhan yang baik. Namun, berbeda dengan pertumbuhan UMKM kategori siap ekspornya yang pertumbuhannya relatif lebih rendah. Untuk melakukan kegiatan internasionalisasi tentunya tidaklah mudah. Berdasarkan penelitian sebelumnya serta pendapat beberapa ahli, dalam melakukan kegiatan internasionalisasi, UMKM di Indonesia masih menemui kendala, diantaranya terkait lemahnya kemampuan UMKM di Indonesia untuk mengetahui informasi terkait potensi pasar internasional, yang membuat para pelaku usaha enggan melakukan ekspansi yang berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh orientasi kewirausahaan dengan indikator inovasi, proaktif dan pengambilan risiko terhadap kinerja internasionalisasi yang dimoderasi kemampuan kemitraan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 175 sampel UMKM kategori siap ekspor binaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat (DISKUK JABAR). Penelitian ini menggunakan SmartPLS 3.2.9 sebagai alat pengolahan data. Berdasarkan penelitian ini, didapati bahwa orientasi kewirausahaan pada UMKM kategori siap ekspor binaan DISKUK JABAR berpengaruh terhadap kemampuan kemitraan usahanya, lainnya kemampuan kemitraan dinilai mampu memoderasi orientasi kewirausahaan terhadap kinerja internasionalisasi dari UMKM kategori siap ekspor binaan DISKUK JABAR. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti menyarankan agar peneliti selanjutnya mempertimbangkan untuk memperdalam objek dari penelitian yang telah dilakukan serta mempertimbangkan variabel pendukung lainnya, seperti teknologi dan lingkungan. Kata Kunci: UMKM, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Orientasi Kewirausahaan, Kemampuan Kemitraan, Kinerja Internasionalisasi