Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

A HOLISTIC REVIEW OF HONEY (ASAL) IN GYNAECOLOGICAL DISORDERS (AMRÃḌ-I NISWÃN) - A UNANI PERSPECTIVE Zubair, Zainab
International Journal of Islamic and Complementary Medicine Vol. 6 No. 1 (2025): International Journal of Islamic and Complementary Medicine
Publisher : International Islamic Medicine Forum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55116/IJICM.V6I1.96

Abstract

ABSTRAK Madu adalah salah satu keajaiban alam. Allah SWT telah menyebutkan dalam Al-Qur'an Surat 16 ayat 68, '...Dari perut mereka keluar minuman yang bermacam-macam warnanya, yang di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Nilai madu juga disebutkan dalam beberapa hadits. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda, “Tidak ada satu penyakit pun yang diciptakan Allah, kecuali Dia juga menciptakan obatnya.”  Jabir bin Abdullah melaporkan: Saya mendengar Nabi SAW bersabda, “Jika ada kesembuhan pada obat kalian, maka itu adalah bekam, seteguk madu, atau dibakar dengan api (kauterisasi) yang sesuai dengan penyakitnya, tetapi saya tidak suka dibakar dengan api.” Madu diproduksi di sebagian besar negara di dunia. Madu telah digunakan sebagai obat penting dalam Unani, Ayurveda, dan obat-obatan tradisional selama berabad-abad. Telah terbukti bahwa meskipun madu itu manis, jika dikonsumsi dalam dosis yang tepat sebagai obat, madu tidak membahayakan pasien diabetes. Madu memiliki berbagai khasiat, seperti anti oksidan, anti bakteri, anti virus, anti jamur, anti inflamasi, dan masih banyak lagi. Madu dapat dikonsumsi sebagai multivitamin dan juga sumber energi. Telah terbukti efektif dalam berbagai masalah ginekologi seperti dismenore, keputihan, menoragia, perdarahan uterus yang tidak normal, ketidaksuburan pada kedua jenis kelamin, dan penyakit lainnya. Hal ini juga memperkuat ovarium dan rahim. Oleh karena itu, madu merupakan obat yang efektif dan terbukti secara ilmiah. ABSTRACT  Honey is one of nature’s wonders. Allah Almighty has mentioned in the Holy Quran in Chapter 16 verse 68, ‘… There emerges from their bellies a drink, varying in colour, in which there is healing for people.’ The value of honey is mentioned in several hadiths, too. Narrated Abu Huraira: The Prophet (PBUH) said, "There is no disease that Allah has created, except that He also has created its treatment."  Jabir bin Abdullah reported: I heard the Prophet (PBUH) saying, "If there is any healing in your medicines, then it is in cupping, a gulp of honey, or branding with fire (cauterization) that suits the ailment, but I don't like to be (cauterized) branded with fire." Honey is produced in most of the countries in the world. It has been used as a vital medicine in Unani, Ayurveda, and traditional medicines for centuries. It has been proven that even though honey is sweet, if taken in the right dosage as medicine, it does not harm diabetic patients. Honey has various properties, like anti-oxidant, anti-bacterial, anti-viral, anti-fungal, anti-inflammatory, and many others. It can be consumed as a multivitamin as well as a source of energy. It has been proven to be effective in various gynaecological problems like dysmenorrhoea, leucorrhoea, menorrhagia, abnormal uterine bleeding, infertility in both genders, and other ailments. It also strengthens the ovaries and uterus. Hence, honey is an effective prophetic as well as scientifically proven medicine.