This Author published in this journals
All Journal Jurnal Orasi
zakiyah romadlany, zakiyah romadlany
UIN Sunan Kalijaga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BIAS PEMBERITAAN MEDIA SOSIAL DALAM MEMBONGKAR KEPERAWANAN (TELAAH METODE SARA MILLS) zakiyah romadlany, zakiyah romadlany
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 13, No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v13i1.9464

Abstract

Maraknya perbincangan virginitas sangat perlu untuk diapresiasikan bagi siapapun yang bisa menjaga keperawanannya. Hal itu merupakan sebuah bonus bagi perempuan karena realitanya ketika seorang perempuan sudah tidak bisa lagi menjaga keperawanannya cenderung akan dihujat, dipojokkan, dan dicemooh, bahkan tidak diterima oleh lingkungan sekitarnya. Penelitian ini merupakan penelitian analisis wacana kritis tentang bagaimana bias pemberitaan media sosial dalam membongkar keperawanan dengan menggunakan metode Sara Mills. Kendati demikian, penelitian ini lebih fokus pada posisi aktor yang ada dalam teks dengan artian posisi siapa yang menjadi subjek dan objek dalam sebuah teks pemberitaan. Selain melihat posisi subjek-objek, di sini juga dibahas bagaimana teks dalam pandangan penulis dan pembaca, serta dalam pandangan media. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan akun media Instagram milik @indonesiafeminis sebagai objek kajiannya. Akun @indonesiafeminis ini memfokuskan postingan tentang sebuah pandangan terhadap perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis wacana kritis (AWK) Sara Mills yang lebih memfokuskan perhatiannya pada perempuan dalam teks atau gambar. Adapun hasil dari analisis wacana kritis (AWK) Sara Mills dalam akun @indonesiafeminis menunjukkan bahwa pemberitaan media sosial dalam membongkar keperawanan sangatlah berperan penting dalam memerankan perempuan sebagai subjek agar bisa menjaga keperawanannya dan memposisikan penulis atau pembaca sebagai subjek dalam teks tersebut.