Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Menilik Sebab Akibat Perubahan Penggunaan Lahan di Kabupaten Sleman Setyoko, Alfi
Jurnal Kajian Ruang Vol 5, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jkr.v5i1.44154

Abstract

PPerubahan penggunaan lahan di Kabupaten Sleman tidak dapat dihindari seiring dengan perkembangan zaman, juga peningkatan jumlah penduduk. Kebutuhan akan lahan akan terus bertambah tetapi luas lahan tidak dapat bertambah atau cenderung tetap. Interaksi manusia dalam kehidupan sehari-hari tidak dapat dipungkiri, sedikit banyak akan selalu berkaitan dengan penggunaan tanah. Kaitannya dalam penggunaan lahan, masyarakat cenderung ingin memanfaatkan tanahnya untuk memperoleh nilai tanah atau lahan yang lebih tinggi sehingga tidak sedikit terjadi pemanfaatan atau penggunaan tanah yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penelitian ini akan memetakan secara luas dan mendalam dengan sumber berbagai literatur yang digunakan untuk melihat secara komprehensif dan memperkenalkan model analisis berbagai faktor yang berpengaruh dalam konversi lahan di Kabupaten Sleman. Berbeda dengan penelitian yang sebelumnya yang hanya membahas pada daerah tertentu, penelitian ini membahas seluruh Kabupaten Sleman secara menyeluruh. Penelitian ini juga mengisi kesenjangan studi terkait dengan konversi lahan pertanian dengan pendekatan spasial dan kebijakan yang lebih luas, sehingga mampu untuk dijadikan landasan perencanaan tata ruang di Kabupaten Sleman Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui kondisi eksisting dari wilayah Kabupaten Sleman serta mengetahu faktor atau sebab-sebab maupaun dampak yang ditimbulkan dari perubahan penggunaan lahan yang berada di Kabupaten Sleman. Sehingga nantinya dapat dijelaskan beberapa faktor penyebab perubahan penggunaan lahan yang terdiri atas faktor ekonomi, faktor sosial, faktor aksesibiltas, faktor penduduk maupun faktor kebijakan atau peraturan yang berlaku serta dampaknya. Terkait dengan hal tersebut diulas juga mengenai berbagai solusi kebijakan yang diperlukan untuk kontrol sehingga mampu mencegah laju konversi lahan pertanian yang masif.
ANALISIS POHON MASALAH PADA BENCANA LONGSOR DI KABUPATEN PURWOREJO PROVINSI JAWA TENGAH Setyoko, Alfi; Satria, Ananda Zahra; Syaiful, Muhammad; Prasetya, Rizal Marefa Ardian
Indonesian Journal of Environment and Disaster Vol. 5 No. 1 (2026): Articles in Press
Publisher : Disaster Research Center, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijed.v5i1.2805

Abstract

ANALYSIS OF PROBLEM TREES IN LANDSLIDE DISASTERS IN PURWOREJO DISTRICT, CENTRAL JAVA PROVINCE Landslides in Purworejo Regency are a recurring geological phenomenon caused by the region’s morphological characteristics, which are dominated by hilly and mountainous terrain combined with high rainfall. This study aims to identify the cause–effect relationships between the contributing factors and the impacts of landslides using the Problem Tree Analysis method. The method was applied by utilizing various secondary data sources, including journals, books, reports, and online materials, to map the root causes, core problems, and resulting impacts. The analysis shows that the primary causes of landslides are a combination of hilly and mountainous landforms, unstable slopes, high rainfall intensity, sandy–clay soil textures, and human activities involving land-use changes that do not align with land capability. The resulting impacts include infrastructure damage, soil quality degradation, psychological effects on the community, economic losses, and casualties. The problem tree analysis provides a causal overview of the landslide issues and serves as a foundation for developing mitigation strategies based on an understanding of the underlying causes. The findings are expected to serve as a practical reference for local governments and stakeholders in improving disaster risk reduction efforts in Purworejo Regency.