Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi Fisioterapi Latihan Peregangan pada Pekerja Konstruksi Pembangunan Gedung FIK Universitas Muhammadiyah Metro Rania, Ratu; Rahmanto, Safun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i2.2198

Abstract

Pekerja konstruksi sering kali terlibat dalam tugas-tugas pekerjaan yang berat secara fisik. Seperti membawa material yang berat, membungkuk, berlutut, jongkok, merangkak atau dalam posisi dan postur tubuh yang tidak tepat, serta gerakan berulang juga termasuk dalam pekerjaan harian mereka dan menyebabkan perkembangan gangguan musculoskeletal. Metode yang digunakan adalah melakukan edukasi fisioterapi K3 dan ergonomi dalam bekerja dengan memberikan latihan peregangan pada anggota tubuh atas dan bawah guna membantu mengurangi keluhan para pekerja konstruksi, serta memperbaiki postur saat bekerja. Disimpulkan bahwa penyuluhan berjalan dengan lancer dan terealisasi dengan baik. Dari hasil evaluasi sebanyak 36 orang peserta mengalami peningkatan pengetahuan mengenai latihan peregangan terhadap kesehatan kerja pada pekerja konstruksi.
Efektivitas Transcutaneous (TENS), Ultrasound (US) dan Terapi Latihan Pada Kondisi Carpal Tunnel Syndrome (CTS): Study Kasus Qomariyah, Qomariyah; Filmasari, Fitri; Rania, Ratu; Adelin, Shafira Prajawati; Dianingtyas, Ayu Sulistiani; Kinanti, Dyah Kusuma Ayu; Herawati, Isnaini; Wahyuni, Wahyuni
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 3 (2023): Vol 4, No.3 September 2023 Physiotherapy Case Study
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i3.5053

Abstract

Latar Belakang: Carpal tunnel syndrome (CTS) adalah kondisi medis umum yang menyebabkan rasa sakit, mati rasa, dan kesemutan di tangan dan lengan pada pasien yang mengalami CTS. CTS terjadi ketika saraf median ditekan saat bergerak melalui pergelangan tangan. Faktor risiko untuk CTS termasuk obesitas, aktivitas pergelangan tangan yang monoton, kehamilan, keturunan genetik, dan peradangan reumatoid. Manifestasi klinis yang muncul berupa adanya nyeri, penurunan lingkup gerak sendi, penurunan kekuatan otot dan penurunan aktivitas fungsional. Intervensi untuk penanganan carpal tunnel syndrome dapat menggunakan transcutaneous electrical nerve (TENS), ultrasound (US), dan terapi latihan berupa strengthening. Metode: Studi kasus tunggal dengan desain penelitian pre dan post test yaitu membandingkan antara penilaian sebelum dan sesudah intervensi TENS, Ultrasound dan terapi latihan berupa strengthening exercise kemudian diobservasi dan dievaluasi sebanyak 3 kali. Hasil: Terjadi perubahan pada skala nyeri dengan NRS , kekuatan otot dengan MMT, dan kemampuan fungsional dengan Wrist Hand Disability Index (WHDI). Kesimpulan: Studi kasus ini menyimpulkan bahwa intervensi fisioterapi berpengaruh pada nyeri, kekuatan otot dan kemampuan fungsional pada pasien CTS. Full Text:
Hope after Harm: Rajāʾ, Everyday Religion, and Post-Traumatic Growth among Women Survivors of Dating Violence Rania, Ratu; Triyono, Triyono; Hanim, Meysella
ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol. 26 No. 2 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/esensia.v26i2.7528

Abstract

Dating violence can have profound psychological effects. However, such traumatic experiences may also trigger post-traumatic growth (PTG) when individuals are able to find new meaning in their lives. This study examines the role of rajāʾ as a religious coping mechanism that facilitates PTG in survivors of dating violence. Employing a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews. The analysis utilized time-series analysis, pattern matching, and explanation building. The results revealed that the recovery process occurred in two phases: the disorientation phase, characterized by emotional distress, and the meaning reconstruction phase, during which traumatic experiences were reinterpreted within a spiritual framework. Positive changes were observed across five dimensions of PTG: relationships with others, personal strength, new life possibilities, appreciation of life, and spiritual change. Within the ambivalent texture of everyday religious life, where romantic relationships outside of marriage may be seen as potentially compromising ideals of religious piety, this study argues that rajāʾ functions not only as theological hope but also as an experiential orientation that helps survivors regulate emotions, reconstruct meaning, and transform suffering into a catalyst for resilience and spiritual growth.