Stunting (tubuh pendek) merupakan hasil jangka panjang dari kurangnya asupan nutrisi yang ditandai dengan tinggi badan kurang dari (-2SD) kurva pertumbuhan anak. Indonesia dengan jumlah balita yang mengalami stunting atau tubuh pendek menempati urutan ketiga di Asia Tenggara dengan jumlah rata- rata (36,4%) tahun 2005-2017. Stunting mampu menghambat proses pertumbuhan dan perkembangan pada balita. Saat ibu tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang sikap gizi maka sangat berpengaruh terhadap status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan orangtua tentang gizi seimbang dengan kejadian stunting pada balita usia 0-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Merakurak. Metode penelitian yang digunakan yaitu analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah orangtua yang memiliki anak usia 0-59 bulan dengan jumlah 70 orangtua, sampel yang digunakan seluruh populasi yang berjumlah 70 orangtua, dan teknik sampling menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menujukkan hampir seluruhnya (81,4%) orangtua memiliki pengetahuan baik tentang gizi seimbang pada balita, sebagian besar balita mengalami stunting (52,9%). Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan orangtua dengan kejadian stunting pada balita usia 0-59 bulan didapatkan ? value = 0,819 yang berarti ? = 0,819 < 0,05. Kejadian stunting tidak ditentukan oleh satu faktor saja, akan tetapi kejadian stunting dapat di pengaruhi oleh beberapa faktor lainnya seperti pengalaman orangtua dalam mengasuh anak, keturunan, status gizi saat kehamilan, dan periode usia emas anak.