Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Media Informasi Terhadap Perilaku Pencegahan Infeksi Menular Seksual Pada Remaja Di SMK Mulia Buana Parungpanjang-Bogor Tahun 2024 Ede; Indah Sri Wahyuni; Agnomelsya Bangaran
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.369

Abstract

Latar Belakang: WHO menyatakan ada sekitar 250 juta orang yang meninggal akibat IMS. Asia Tenggara dan Asia Selatan terdapat 151 juta orang, 70 juta orang di Afrika bagian Sahara, dan masing-masing 1 juta orang di Australia dan Selandia Baru. Di antara negara berkembang, Indonesia berada di peringkat kelima dengan jumlah penyakit IMS yang dirawat di rumah sakit. Tujuan: tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan pengetahuan sikap, dan media informasi terhadap perilaku pencegahan infeksi menular seksual pada remaja di SMK Mulia Buana Parungpanjang-Bogor tahun 2024. Metodologi : desain penelitian observasional analitik dengan metodologi penelitian cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah Teknik stratified random sampling sebanyak 154 responden. Analisis menggunakan Chi-squard. Hasil : hasil yang di proleh dari Chi-squard. pengetahuan (p-value 0,007), sikap (p-value 0,002), media informasi (p-value 0,116). Kesimpulan : terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap terhadap perilaku pencegahan infeksi menular seksual dan tidak terdapat hubungan antar media informasi dengan perilaku pencegahan infeksi menular seksual. Saran : diharapkan kepada sekolah dapat menambahkan kurikulum seputar kesehatan reproduksi agar remaja mendapatkan pengetahuan dan informasi seputar kesehatan reproduksi serta dapat menentukan sikap yang benar terhadap seksualitas.
Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Sumber Informasi Terhadap Perilaku SADARI Pada Remaja Putri Di SMAIT Raflesia Depok Tahun 2024 Lina Yuliana; Agnomelsya Bangaran; Indah Sri Wahyuni
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.373

Abstract

Latar Belakang : SADARI merupakan pemeriksaan payudara sendiri (secara mandiri) yang bertujuan mendeteksi secara dini ada atau tidak adanya benjolan abnormal pada payudara SADARI dapat dilakukan sejak awal pubertas pada remaja putri. WHO menyatakan kanker payudara memengaruhi 2,1 juta wanita setiap tahun dan menjadi penyebab kematian terbesar akibat kanker pada wanita, dengan perkiraan sekitar 15% dari total kematian wanita di dunia disebabkan oleh kanker payudara . Di Indonesia sendiri kanker payudara masih menduduki peringkat ke 2 sebagai kanker mematikan . Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti terhadap 30 responden di SMA IT RAFLESIA Depok Tahun 2024, didapatkan bahwa 18 responden belum pernah melakukan SADARI. Sedangkan 12 responden pernah melakukan SADARI . Tujuan: tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan pengetahuan sikap, dan sumber informasi terhadap perilaku SADARI pada remaja putri di SMAIT Raflesia Depok Tahun 2024. Metodologi: desain penelitian observasional analitik dengan metodologi penelitian cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah Teknik stratified random sampling sebanyak 165 responden. Analisis menggunakan Chi-square. Hasil:  hasil yang di peroleh dari Chi-square. pengetahuan (p-value 0,485), sikap (p-value 0,042), sumber informasi (p-value 0,001). Kesimpulan: tidak terdapat hubungan antara pengetahuan terhadap perilaku SADARI, terdapat hubungan sikap dan sumber informasi terhadap perilaku SADARI.
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI PERSALINAN PADA IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III Yismiyati Yusmiyati; Indah Sri Wahyuni; Agnomelsya Bangaran
Indonesian Journal of Midwifery Scientific Vol 4 No 1 (2025): Indonesian Journal of Midwifery Scientific
Publisher : Politeknik Karya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58467/ijms.v4i1.190

Abstract

Background: Pregnancy experienced by teenagers is the first experience, so the third trimester is felt to be more anxious because it is getting closer to the birthing process. Mothers will tend to feel anxious about their pregnancy, feel restless and afraid of childbirth. Objective: To determine the relationship between the role of midwives, husband's support, and access to information with the anxiety of teenage pregnant women facing childbirth in the work area of the Sukalarang Health Center in 2024. Methodology: This type of quantitative research with a cross sectional research design. The research sample was 40 third trimester pregnant women in their teens who visited ANC at the Johar Baru Community Health Center, taken using a simple random sampling technique. Data was obtained by distributing questionnaires. Univariate and bivariate data analysis using the chi-square test. Results: univariate analysis showed that 46 (53.5%) respondents experienced moderate anxiety during childbirth, 219 (55.4%) respondents had a good midwife role, and 54 (62.8%) had husband support. ) respondents, and good access to information was 49 (57.0%) respondents. There is a relationship between the role of midwives (p-value= 0.020 and Odds Ratio= 3.100), husband's support (p-value= 0.012 and Odds Ratio= 3.517), and access to information (p-value= 0.021 and Odds Ratio= 3.092) with HIV prevention /AIDS during the preconception period in the Sukalarang Health Center working area in 2024. Conclusions and Suggestions: There is a relationship between the role of midwives, husband's support, and access to information with the anxiety of teenage pregnant women in facing childbirth in the work area of the Sukalarang Health Center in 2024. It is hoped that husbands will always accompany their wives both before and after delivery, and fulfill all their needs pregnant women, provide more intense affection so that pregnant women do not feel anxious before giving birth.