Anam, Asyrofi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN ALGORITMA CLUSTERING BIRCH DAN DBSCAN DALAM ANALISIS GEMPA BUMI DI INDONESIA Yusuf, Muhammad; Anam, Asyrofi; Raihan, Muhammad Rifki
Jurnal Informatika dan Rekayasa Elektronik Vol. 8 No. 2 (2025): JIRE November 2025
Publisher : LPPM STMIK Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36595/jire.v8i2.1705

Abstract

Gempa bumi merupakan fenomena alam yang terjadi akibat pergeseran lempeng bumi, aktivitas fluida, vulkanik, maupun sesar aktif, dan bersifat destruktif karena sering menimbulkan kerugian besar. Dampaknya mencakup kerusakan infrastruktur, kerugian ekonomi, dan korban jiwa. Oleh karena itu, identifikasi kawasan rawan gempa menjadi langkah penting dalam meningkatkan kewaspadaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan membandingkan performa algoritma clustering BIRCH dan DBSCAN dalam menganalisis data gempa bumi di Indonesia hingga tahun 2025. BIRCH dipilih karena efisien untuk data besar, sedangkan DBSCAN unggul dalam mendeteksi noise dan pola yang tidak beraturan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa BIRCH dengan dua kelompok mampu memberikan pemetaan yang lebih jelas dan stabil dibandingkan DBSCAN. Pada BIRCH, nilai pemisahan antar kelompok lebih tinggi (Silhouette 0,8910; Calinski-Harabasz 1009,83) dan tingkat kesalahannya lebih rendah (Davies-Bouldin 0,3580). Sebaliknya, DBSCAN menghasilkan pemisahan yang kurang optimal dengan skor yang lebih rendah (Silhouette 0,8726; Calinski-Harabasz 554,37; Davies-Bouldin 0,5017). BIRCH terbukti lebih stabil dan representatif dalam menggambarkan distribusi risiko gempa bumi. Keunggulan dari penelitian ini membuka peluang untuk dilakukan pengembangan lanjutan, seperti penambahan atribut analisis dan pendekatan evaluasi guna meningkatkan akurasi dalam pengelompokan wilayah rawan gempa di Indonesia.
Analisis Performa Pre-Trained Model Convolutional Neural Network Dalam Klasifikasi Kulit Wajah Aras, Suhardi; Anam, Asyrofi; Jes, Billy; Sahar, Devid
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 13 No 3: Juni 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2026133

Abstract

Klasifikasi jenis kulit wajah secara otomatis menjadi kebutuhan penting dalam mendukung pemilihan perawatan yang tepat dan objecktf. Pendekatan deep learning berbasis citra menawarkan solusi yang lebih akurat dibandingkan metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan performa tiga arsitektur model pre-trained Convolutional Neural Network (CNN), yaitu EfficientNetB7, ResNet50, dan MobileNetV3 untuk klasifikasi lima kategori. Dataset terdiri dari 1950 gambar wajah yang telah diproses melalui tahapan preprocessing serta augmentation. Evaluasi dilakukan menggunakan metrik akurasi, precision, recall, F1-score, confusion matrix, serta waktu komputasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa EfficientNetB7 memberikan performa terbaik dengan mencapai akurasi tertinggi sebesar 93%, diikuti oleh ResNet50 sebesar 91%, dan MobileNetV3 sebesar 87%. Dengan demikian, arsitektur EfficientNetB7 menunjukkan kemampuan ekstraksi fitur visual yang lebih unggul dan berpotensi diterapkan pada sistem identifikasi kulit wajah berbasis sistem cerdas.   Abstract Automatic classification of facial skin types has become an important requirement in supporting the selection of appropriate and objective skincare treatments. A deep learning approach based on image analysis offers a more accurate solution compared to conventional methods. This study aims to analyze and compare the performance of three pre-trained Convolutional Neural Network (CNN) architectures, namely EfficientNetB7, ResNet50, and MobileNetV3, for the classification of five categories. The dataset consists of 1,950 facial images that have been processed through preprocessing and augmentation stages. The evaluation was conducted using accuracy, precision, recall, F1-score, confusion matrix, and computational time metrics. The experimental results show that EfficientNetB7 achieves the best performance with the highest accuracy of 93%, followed by ResNet50 at 91%, and MobileNetV3 at 87%. Therefore, the EfficientNetB7 architecture demonstrates superior visual feature extraction capability and has strong potential to be implemented in intelligent facial skin identification systems.