Film sebagai media massa berfungsi sebagai saluran gagasan dan refleksi realitas sosial-politik, termasuk isu-isu sensitif seperti periode Orde Baru yang penuh kontroversi. "Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas" karya Edwin menjadi salah satu film yang berhasil mengeksplorasi isu tersebut. Dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes, penelitian ini mengungkap representasi pemerintah otoriter Orde Baru melalui tanda-tanda denotatif, konotatif, dan mitos. Pendekatan kualitatif dan paradigma interpretif digunakan untuk menganalisis elemen-elemen ideologi negara dominan, diskriminasi gender, pola kekuasaan terpusat ke eksekutif, penggunaan preman oleh negara, masuknya pemerintah ke ruang privat, kekerasan militer, pembatasan pers, serta bahasa sebagai alat kontrol sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa film ini secara efektif merepresentasikan berbagai aspek rezim otoriter Orde Baru secara simbolik melalui narasi visual dan suara.