PT Freeport Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mengelola dampak lingkungan akibat aktivitas pertambangan, terutama terkait pengelolaan air asam tambang (AAT) dan penyediaan air siap minum bagi masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi dan teknologi yang diterapkan PT Freeport Indonesia dalam kedua aspek tersebut. Metode yang digunakan adalah studi literatur dari berbagai sumber, termasuk laporan keberlanjutan, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa dalam pengelolaan AAT, PT Freeport Indonesia menggunakan beberapa metode utama seperti netralisasi menggunakan bahan alkali, penerapan lahan basah buatan (constructed wetlands), dan sistem pemantauan kualitas air secara berkala. Pendekatan ini terbukti efektif menurunkan kadar logam berat hingga di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Di sisi lain, penyediaan air siap minum dilakukan melalui teknologi filtrasi, desinfeksi, dan reverse osmosis (RO), yang memungkinkan pengolahan air dari sumber lokal menjadi layak konsumsi. Air bersih tersebut didistribusikan melalui jaringan perpipaan dan stasiun pengisian air bagi masyarakat sekitar. Program ini tidak hanya mengurangi dampak pencemaran lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan kombinasi teknologi canggih dan tanggung jawab sosial, PT Freeport Indonesia berhasil menunjukkan praktik pertambangan berkelanjutan yang memprioritaskan keseimbangan antara aktivitas industri, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.