Masalah pengelolaan sampah di Indonesia memerlukan perhatian serius dari dunia pendidikan untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) berbasis pemanfaatan barang bekas serta menganalisis dampaknya terhadap kreativitas siswa kelas III SD Negeri 1 Panjang, Kabupaten Kudus. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif jenis studi kasus dengan subjek guru dan 33 siswa kelas III. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana melalui tiga tahapan meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi barang bekas seperti botol plastik, kardus, kertas, dan kemasan saset kopi ke dalam pembelajaran SBdP efektif meningkatkan kreativitas siswa di kelas. Siswa mampu menghasilkan karya estetik dan fungsional seperti vas bunga, tempat pensil, hiasan dinding, hingga tas anyaman. Melalui pendekatan Project Based Learning (PBL) dan pembelajaran kontekstual, siswa mampu menunjukkan kemampuan berpikir kritis dengan baik melalui mengkombinasikan beberapa unsur dalam seni rupa berupa warna, pola, dan bahan-bahan lainnya secara orisinal. Hal ini tentu lebih meningkatkan kemampuan siswa dalam aspek kognitif dan psikomotorik berupa menumbuhkan berbagai kegiatan seperti kolaborasi, tanggung jawab, serta penguatan karakter Profil Pelajar Pancasila khususnya pada dimensi kreatif dan peduli terhadap lingkungan. Dengan demikian, dalam penelitian memberikan penegaskan bahwa pemanfaatan barang bekas bukan sekadar sebagai media atau alat peraga dalam kegiatan belajar mengajar yang hemat biaya, melainkan mampu memberikan strategi efektif untuk membangun budaya belajar yang inovatif dan berwawasan ekologis yang tinggi di sekolah dasar.