Inayah Alawiyyah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

INDIKATOR KESEJAHTERAAN LANSIA DAN PELAYANAN YANG DAPAT DIBERIKAN OLEH PEKERJA SOSIAL Inayah Alawiyyah
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial HUMANITAS Vol. 7 No. 1 (2025): Maret: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial: HUMANITAS
Publisher : Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/humanitas.v7i1.21795

Abstract

Penelitian ini menegaskan pentingnya indikator kesejahteraan lansia yang mencakup aspek kesehatan fisik, mental, sosial, dan lingkungan dalam merancang intervensi yang efektif. Temuan menunjukkan bahwa program pemberdayaan, dukungan keluarga, dan partisipasi sosial sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup lansia. Pekerja sosial memiliki peran sentral dalam mengidentifikasi kebutuhan spesifik lansia dan mengembangkan program yang terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan memahami berbagai faktor yang memengaruhi kesejahteraan lansia, pekerja sosial dapat menciptakan lingkungan yang mendukung dan memberdayakan lansia untuk hidup dengan lebih baik.Implikasi dari temuan penelitian ini adalah perlunya pendekatan yang lebih inklusif dan responsif dalam kebijakan dan program yang ditujukan untuk lansia. Pekerja sosial harus lebih proaktif dalam mengelola bantuan sosial dan meningkatkan akses informasi untuk memastikan bahwa lansia memperoleh dukungan yang mereka butuhkan. Selain itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan keterlibatan lansia dalam komunitas, yang tidak hanya akan memperkuat jaringan dukungan sosial tetapi juga mengurangi perasaan kesepian yang sering dialami oleh mereka.Keberhasilan program intervensi juga sangat bergantung pada kolaborasi antara lembaga kesejahteraan sosial, keluarga, dan masyarakat. Melalui pelatihan dan pendidikan, pekerja sosial dapat memberdayakan lansia dengan keterampilan baru yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami bagaimana berbagai indikator kesejahteraan dapat diterapkan dalam praktik sosial untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Akhirnya, pendekatan yang holistik dan terintegrasi sangat diperlukan untuk memastikan bahwa lansia tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga menikmati kehidupan dengan kualitas yang lebih baik. Penelitian ini membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas program intervensi yang berbeda dan dampaknya terhadap kesejahteraan lansia, serta perlunya pengembangan kebijakan yang lebih baik untuk mendukung populasi yang terus berkembang ini.